[agsstwn] Nubi latihan jalan2...

Discussion in 'Asia' started by agsstwn, Apr 19, 2011.

  1. agsstwn

    agsstwn Been here awhile

    Joined:
    Aug 14, 2009
    Oddometer:
    166
    Trip Cirebon - Kedungombo Purwodadi PP

    Minggu, 17 April 2011

    Jarak tempuh : 670 KM
    Rute : Cirebon - Semarang - Demak - Purwodadi - Kedungombo - Purwodadi - Semarang - Cirebon

    Setelah dapet kabar & undangan nikahan adik sepupu di Purwodadi langsung teringat waduk Kedungombo, karena dahulu saat melintas dari Solo ke Juwana (mampir ke Toko Aneka punya juragan Bandeng aka Don BM aka Blackmax) saya tidak sempat mampir ke Kedungombo. Rasa penasaran terobati kali ini, mumpung ada acara disana dan itu hanya sekitar 20 KM dari pusat kota Purwodadi.

    Berangkat dari rumah pukul 00:30 dinihari. Berharap tidak turun hujan sepanjang perjalanan, namun begitu saya tetap pake celana jas hujan. Sudah jadi kebiasaan setiap jalan malam memakai celana jas hujan, jadi kalok ketemu hujan di jalan tinggal pakai bagian atasnya saja sehingga lebih cepat. Sepanjang pantura Brebes - Tegal - Pemalang jalan ramai oleh truk dan bus. Tapi untungnya kondisi jalan sekarang sudah jauh lebih baik, beberapa lubang nampaknya sudah diperbaiki meski ada beberapa yang belum. Sampai di Pekalongan sekitar pukul 02:30, dan lanjut terus tidak berhenti karena merasa masih segar bugar, karena semalam sempat tidur dengan nyenyak dan baru bangun pukul 00:00 oleh bunyi alarm hp.

    Melaju dengan kencang di alas Roban, lanjut ke Kendal dan Semarang. Dan sampai di Demak sekitar pukul 04:00. Dari Demak menuju arah Kudus dan belok kanan di bypass Demak menuju arah Purwodadi. Semula jalan masih aspal mulus namun tiba2 aspalnya menghilang entah kemana berganti jalan tanah dan makin lama sebakin becek. Saya lihat di GPS masih sekitar 16 KM lagi untuk belok kanan bertemu dengan jalur Semarang - Purwodadi. Haaah, mimpi apa semalam, gelap2an begini harus off road sepanjang 16 KM... Tanggung, maju terus pantang mundur. Beruntung nampaknya ada beberapa ruas jalan sudah di betonisasi, meski cuma beberapa puluh meter. Pagi itu masih sepi, hanya bertemu beberapa kali dengan truk dan motor.

    Cirebon - Purwodadi dilalui dengan lancar nonstop. Sekitar pukul 05:00 sudah sampai di Pom Bensin jl. Gajah Mada di Purwodadi dan sudah dekat sekali dengan lokasi hajatan. Setelah istirahat dan sholat shubuh, saya kemudian memutuskan lanjut dahulu ke Kedungombo. Jalur Purwodadi - Solo masih tidak banyak berubah seperti dahulu... meski aspalnya masih ada tapi lubang2 bertebaran banyak sekali disana sini, membuat kita musti berhati-hati karena bisa saja tiba-tiba truk atau bus di deban banting setir pindah jalur di depan mata kita.

    Sekitar pukul 06:30 sudah berada di area Waduk Kedungombo. Suasana sepi karena dan matahari bersinar cerah. Sesampai di pintu masuk, ternyata masih terpalang portal. Saya datang kepagian, belum ada petugas jaga disini. Jalan2 santai disekitaran, dan menemukan jalan off road, kebetulan ada orang sedang cari rumput disitu dan menurut bapak itu ini jalan bisa masuk ke dalam area wisata Kedungombo... Ahaha, senangnya bisa masuk dahulu.

    [​IMG]
    PZoo senang merumput... Xixixi...

    [​IMG]
    Jiaah, ketemu becek2 lagii... Hikzz...

    [​IMG]
    Waduk Kedungombo...


    Pada tahun 1985 pemerintah merencanakan membangun waduk baru di Jawa Tengah untuk pembangkit tenaga listrik berkekuatan 22,5 megawatt dan dapat menampung air untuk kebutuhan 70 hektar sawah disekitarnya. Waduk ini dinamakan Waduk Kedung Ombo. Pembangunan Waduk Kedung Ombo ini dibiayai USD 156 juta dari Bank Dunia, USD 25,2 juta dari Bank Exim Jepang, dan APBN, dimulai tahun 1985 sampai dengan tahun 1989.
    Waduk mulai diairi pada 14 Januari 1989. Menenggelamkan 37 desa, 7 kecamatan di 3 kabupaten, yaitu Sragen, Boyolali, Grobogan. Sebanyak 5268 keluarga kehilangan tanahnya akibat pembangunan waduk ini.

    Ketika sebagian besar warga sudah meninggalkan desanya, masih tersisa 600 keluarga yang masih bertahan karena ganti rugi yang mereka terima sangat kecil. Mendagri Soeparjo Rustam menyatakan ganti rugi Rp 3.000,-/m², sementara warga dipaksa menerima Rp 250,-/m². Warga yang bertahan juga mengalami teror, intimidasi dan kekerasan fisik akibat perlawanan mereka terhadap proyek tersebut. Pemerintah memaksa warga pindah dengan tetap mengairi lokasi tersebut, akibatnya warga yang bertahan kemudian terpaksa tinggal ditengah-tengah genangan air.
    Romo Mangun bersama Romo Sandyawan dan K.H. Hammam Ja'far, pengasuh pondok pesantren Pebelan Magelang mendampingi para warga yang masih bertahan di lokasi, dan membangun sekolah darurat untuk sekitar 3500 anak-anak, serta membangun sarana seperti rakit untuk transportasi warga yang sebagian desanya sudah menjadi danau.
    Waduk ini akhirnya diresmikan oleh Presiden Soeharto, tanggal 18 Mei 1991, dan warga tetap berjuang menuntut haknya atas ganti rugi tanah yang layak.
    Tahun 2001, warga yang tergusur tersebut menuntut Gubernur Jawa Tengah untuk membuka kembali kasus Kedung Ombo dan melakukan negosiasi ulang untuk ganti-rugi tanah. Akan tetapi, Pemda Propinsi dan Kabupaten bersikeras bahwa masalah ganti rugi tanah sudah selesai. Pemerintah telah meminta pengadilan negeri setempat untuk menahan uang ganti rugi yang belum dibayarkan kepada 662 keluarga penuntut.


    Sampai didalam lokasi ternyata ada satpam yang jaga. Ada area jalan diatas tanggul Kedungombo yang tidak boleh dilalui kecuali oleh petugas. Sayang sekali, tetapi saya sudah cukup puas bisa masuk saat suasana masih sepi. Di area ini ada taman bermain untuk anak2 dan juga tempat parkirnya luas. Ada warung2 makan yang pagi itu masih tutup semua dan juga fasilitas umum seperti Mushola dan Toilet. Nampaknya saya benar2 pengunjung seorang diri kali ini. Sekitaran saju jam saya luntang-lantung di Kedungombo, kemudian balik ke Purwodadi dan sekitar pukul 08:00 sudah sampai ke tempat hajatan.

    [​IMG]
    Gunung Merapi & Merbabu nampak di Kejauhan... Lebih jauh lagi Gn. Sumbing & Sindoro...

    [​IMG]
    Jalan diatas bendungan...

    PUkul 12:30 setelah sholat dhuhur bersiap2 dan pamitan untuk kembali ke Cirebon. Dapet kabar dari mas Danang kalok Welex sedang di Solo dan berangkat via pantura ke Jakarta. Saya harap bisa bertemu di jalan, tetapi ternyata tidak. Melacu dengan kencang dari Purwodadi ke arah Semarang. Ternyata jalur ini jauh lebih baik daripada Demak - Purwodadi. Betonisasi sudah selesai dan aspalnya juga masih bagus. Memasuki Semarang beruntung tidak terjebak macet, melintas Simpang Lima dengan lancar meski jalanan ramai.

    Melaju terus lewat Kendal dan di by pass ternyata breket GPS patah. Berhenti di Pom Bensin di Weleri untuk istirahat sejenak. Tidak lama, melaju kembali dan bertemu rombongan HD yang lagi konvoi di Alas Roban. Hahaha, tanpa permisi saya salip mereka satu-persatu.

    Melaju terus melintas Batang - Pekalongan - Pemalang - Tegal - Brebes... Worrrr, tanpa ada yang nyalip. Top speed hanya 119 KPJ dan itu berulang kali, setiap jalan sepi langsung gasss, dan begitu dapet lebih dari 110 KPJ turunin gas lagi... Akselerasi PZoo terasa mantap dan bertenaga. Racun TRB masih bekerja dengan ganasss...

    Sekitar pukul 17:00 sudah tiba di Indomaret dekat rumah untuk membeli minum. Ahh segarrrnyaaa. Di freezer ada Magnum Almond, saya embat 5 biji sekaligus buat stock di rumah... Hehehe...

    Alhamdulillah perjalan lancar dan selamat.

    [​IMG]
    #1
  2. agsstwn

    agsstwn Been here awhile

    Joined:
    Aug 14, 2009
    Oddometer:
    166
    Trip Cirebon - TRB (Selomartani Kalasan, Yogya)

    Jumat - Sabtu, 18-19 Maret 2011

    Rute :
    Cirebon - Pekalongan - Weleri - Parakan - Magelang - Pakem - TRB (Kalasan, Selomartani) PP
    Jarak tempuh : 806 KM (sekitar 640 KM PP, plus muter2 TRB - Mototech bolak balik)

    Singkat cerita, berangkat dari Cirebon sekitar pukul 00:30 hari Jumat dinihari... sampai di Muntilan sekitar pukul 05 pagi untuk sholat shubuh & ngupi2... Dan sekitar pukul 06 sudah sampai di TRB.

    [​IMG]
    Cirebon - Muntilan 293,4 KM dalam 4 jam 29 menit pergerakan, berhenti selama 22 menit (benerin box yg kebuka karena kena lubang, lampu merah dll)

    [​IMG]
    Cirebon - TRB dalam 5 jam pergerakan...

    [​IMG]
    Panah biru posisi saat di Muntilan, bendera adalah tujuannya atau lokasi TRB...

    Jumat pagi setelah sarapan bareng om Londo TRB, berangkat ke Mototech untuk dyno awal sebelum sidang S2.. Xixixi..
    Kemudian siangnya setelah jumatan dilakukan persidangan yang rumit... baru selesai sekitar pukul 19 petang...

    Esok hari, Sabtu sekitar pukul 10 kembali ke Mototech untuk mendapatkan nilai hasil sidang S2...

    Sekitar pukul 14 setelah mendapat tanda kelulusan, berangkat kembali ke Cirebon dengan santai...
    Dan tiba di rumah sekitar pukul 19:30...

    [​IMG]
    Cirebon - TRB PP, 10 jam 31 menit pergerakan... waktu berhenti 1 jam 1 menit (pake jas ujan, ngelepas jas ujan, isi premium, benerin sidebox yg lepas dari kuncinya sampai 3x)

    Demikian RR singkat ini dibuat, sekedar catatan terutama bagi saya sendiri...

    Yogya yogyaa, memang istimewa, Yogya istimewa untuk indonesiaa....
    #2
  3. agsstwn

    agsstwn Been here awhile

    Joined:
    Aug 14, 2009
    Oddometer:
    166
    #3
  4. agsstwn

    agsstwn Been here awhile

    Joined:
    Aug 14, 2009
    Oddometer:
    166
    Trip Cirebon - TRB PP

    Sabtu, 09 April 2011

    Jarak Tempuh : 648 KM
    Rute : Cirebon - Tanjung - Prupuk - Bumiayu - Wangon - Gombong - Purworejo - Yogya - TRB (Kalasan, Selomartani)

    Sudah sekian kali istilahnya ijlak ijlik ke TRB, kadang hanya sekedar mampir atau main2 saja. Dan demikian juga kali ini. Sebelumnya mas Preelevo aka Faiz sudah kontak menyatakan ingin ke TRB wiken ini dan kebetulan saya juga pengen jalan2 ke sana untuk sekedar main. Jadilah kami janjian untuk riding bareng. Jumat malem ternyata saya tertidur dengan pulas dan baru bangun sekitar pukul 01:15 karena ditelpon oleh mas Faiz... Xixixi. Haduh, sori banget yaaa, sindrom pra turing nampaknya sudah ilang, dimana biasanya sebelum jalan susah tidur, ini malah ketiduran pulazz... buru2 siap2 dan pake riding gear trus brangkat ke tikum di Alfamart setelah lamer perumnas sebelum fly over Cirebon - Mundu... Sudah menanti sabar mas Faiz plus boncengernya... Hehe...

    Pukul 01:30 kami start dari Cirebon menuju Yoyga via jalur selatan. Jalan dari Ketanggungan ke Prupuk sepanjang pinggir kali semakin rusak dan bertambah parah. Kewaspadaan super tinggi diperlukan, karena lubang2 mengintai bertebaran dikanan dikiri dan ditengah...

    Sekitar jam 03:15 kami istirahat sejenak di Pom Bumiayu. Beberapa saat jalan selepas kota Bumiayu hujan rintik2 turun. Kami berhenti untuk memakai jas hujan. Ternyata hujan rintik kadang deras sepanjang jalan menyertai, hingga kami berhenti di pom bensin di Gombong sekitar pukul 05 pagi. Setelah sholat shubuh, kami ngupi2 dulu sambil melepas penat.

    Jam 06 kami lanjutgan perjalanan. Untungnya hujan tampak mereda dan langit mulai terlihat cerah. Jalan mulai ramai oleh aktivitas orang2 yg berangkat sekolah & kerja. Baru sekitar pukul 08:30 kami sampai di TRB, namun sebelum ke bengkel mampir dulu di warung nasi untuk sarapan. Saat di warung, disamperin oleh Bapak Edi penunggang pulsar juga yg ternyata tinggal tidak jauh dari TRB. Beliau sempat mencoba PZoo dan nampak antusias menanyakan modipnya... Hehe, saya mengira tidak lama kemudian pak Edi jadi pasien TRB berikutnya...

    [​IMG]
    Break di Pom bensin di Gombong... meski hujan2an motor misih cukup bersih...

    [​IMG]
    Psst, ada tangan rahasia...

    Sambil sarapan, saya kontak mas Juli yg pernah tour Yogya - Jakarta - Semarang - Yogya mengetest endurance hasil modipan om Londo... dan langsung mas Juli meluncur dari Purworejo ke TRB... Siang itu kopdar colongan di TRB, ada mas Juli (beliau ini penah turing sendirian ke Sabang dan banyak pengalamannya...), mas Candra (PRA Yogya), mas Hendarto, saya sendiri dan mas Faiz... Nampaknya semakin sering motor2 Pulsar parkir di halaman TRB apalagi sekarang beres Pulsar di Yogya sudah gulung tikar...

    [​IMG]
    Mas Faiz mengamati motornya pak Edi... ada crash guard di shock belakang. dan breketnya custom di bengkel las lokal tapi rapi jali.. Kereen...

    [​IMG]
    Mainan baru mas Bambang... Suzuki GSX 400cc 4 silinder... Brruummm.... Mas April lg ngapain itu yaaa... ??

    [​IMG]
    Mas Juli berdiri diatas jari...

    [​IMG]
    Kopdar TRB... dihadiri 5 penunggang Pulsar....

    [​IMG]
    Semenjak Merapi meletus, banyak truk lalu lalang mengangkut pasir...

    Setelah makan siang, mas Faiz plus boncenger pamitan untuk jalan2 di Yogya... sementara saya siap2 untuk kembali ke Cirebon. Berangkat sekitar pukul 14:30 setelah sebelumnya pamitan dengan keluarga TRB. Perjalanan pulang kembali lewat jalur selatan bareng dengan mas Juli sampai Purworejo. Wah, ngikutin mas Juli yg didepan, saya butuh konsentrasi tingkat tinggi... dibawa lari kenceng teruss... Motor2 yg lain yg coba ngikutin ditinggal semua, dan tidak ada yg nyalip... Worrr... Nampaknya speed freak neh mas Juli... Hehe...

    Sempat mampir sebentar di rumah mas Juli untuk melepas lelah dan haus. Tidak lama kemudian saya lanjutgan perjalanan sendiri. Woorrr.... sampai di Bumiayu sekitar pukul 18. Istirahat di RM seberang Pom bensin di by pass Bumiayu.

    Sekitar pukul 18:45 kembali jalan. Gerimis kembali turun di sepanjang jalan Prupuk sampai Tanjung. Jalan dengan pelan karena harus menghindari lubang2. Saat sampai di Pantura baru bisa kencang lagi. Sampai di rumah sekitar pukul 20:30.

    Alhamdulillah...

    [​IMG]
    #4
  5. fieldy

    fieldy Been here awhile

    Joined:
    Aug 13, 2009
    Oddometer:
    185
    Location:
    Bekasi, Indonesia
    mantap masbro :clap :clap
    pgn jalan lg, tp spt perusahaan blum kelar2.. :cry :cry

    :D:D:D
    #5
  6. agsstwn

    agsstwn Been here awhile

    Joined:
    Aug 14, 2009
    Oddometer:
    166
    Pantai Menganti...

    Sabtu, 30 Januari 2011

    Rute : Cirebon - Cilacap - Adipala - jalur Daendles - Pantai Ayah lewat terus - Pantai Menganti PP
    Jarak tempuh : 460 KM

    Untuk kesekian kalinya, PZoo bolak-balik ke Cilacap maning...
    Selepas sholat shubuh, trus berkemas-kemas packing barang yang perlu dibawa...
    Sekitar jam 05 kurang, start dari rumah...
    Jalan masih basah disana-sini... semalem hujan lumayan lama...

    Jalur Pantura Cirebon sampai Tanjung dilewati dengan extra waspada...
    Hujan sepanjang tahun semakin menambah kerusakan disana-sini... lubang2 yang dulu ditambal terbuka lagi...
    Perjalanan terhenti beberapa saat menanti kerena api lewat...
    Di pertigaan tanjung terkadang kita musti sabaaar nunggu kereta...

    Jalan dari Tanjung sampai Prupuk semakin rusak... Terutama diarea jalan sepanjang pinggiran kali irigasi...
    Lubangnya bener2 membahayakan... karena dalamnya sudah parah...
    Kewaspadaan tinggi...

    Dari Prupuk ke Bumiayu jalannya juga tambah rusak... kenapa ya aspal dimarih kualitasnya jelek sekaliii...

    [​IMG]
    Pemandangan sawah dan perbukitan... Saat cerah akan tambak lebih istimewa...

    Kesel karena berkali2 sering harus ngerem nurunin speed menghindari lubang...
    Tapi sedikit ada hiburan ketika mendekati jalan lingkar luar Bumiayu, PZoo berlari kencaaaanngg... dapet 117 KPJ cukup...
    Bumiayu - Ajibarang - Wangon jalan relatif sama... adalah semakin banyak rusaknya daripada benernya...

    [​IMG]
    Jalan lingkar luar Bumiayu...

    [​IMG]
    Jembatan kereta api apa bukan yaa ?? Kalok pas lewat mustinya istimewa hasil putunya...

    [​IMG]
    Jembatan di Ajibarang...

    [​IMG]
    Jembatan mendekat Wangon...

    Wangon - Cilacap jalanan parahhh...
    Dan Jam 7:35 sudah nangkring di teras rumah Cilacap...

    Setelah istirahat cukup di rumah Cilacap, jalan2 dilanjutgan...
    Jam 09 start... menuju ke timur...
    Jalur utama Cilacap - Yogya... belok kanan ke arah Adipala...
    Jalan ini dari dulu nampaknya begini2 saja... bolong2... tipikal jalanan dimarih kebanyakan...

    [​IMG]
    Baru jalan beberapa saat, ada truk melintang ditengah2 jalan... kesusahan maju mundur... Ck ck ck... terjadilah antrian yg panjang...

    [​IMG]
    Dengan manuver sedikit, untungnya PZoo bisa lolos... Xixixi...

    Sebelum Adipala akan melintasi jembatan yang panjang... menyeberang sungai Serayu... Salah satu sungai yang besar di Jawa...

    [​IMG]
    Inilah penampakan jembatan Serayu yg kecil menuju Adipala... sementara yg besar ada di jalur utama Cilacap - Maos menuju Yoyga...

    Setelah terminal Adipala, ambil jalan lurus yg lebih kecil... kalok belok kiri adalah jalur utama ke Buntu...Melintas pantai Srandil saya terus saja... baliknya mampir sebentar disini...

    Jalan kecil ini menyambung dengan jalur Daendels... jalan pesisir pantai selatan yang lurus terusss... Sampai ke Yogya dan terus ke timur... Aspalnya bagus... 95% adalah muluzz...

    [​IMG]
    Untuk ke jalur Daendles, melintasi dua jembatan... ini yg pertamax...

    [​IMG]
    Dan ini yg keduax... Hehe...

    Dari Adipala sampai Pantai Ayah bener2 lurus... lebar... dan relatif sepiii...
    Dan melewati beberapa pantai yg terkadang ramai pengunjung, seperti Widara Payung dan Sewu Cemoro...

    Mendekat ke pantai Ayah sambil melintasi jembatan panjang, mata disuguhi pemandangan deretan perbukitan yang memanjang... Diujung jembatan ada pertigaan, kiri ke arah Kebumen... jalan lurus terus memasuki lokasi wisata pantai Ayah...

    [​IMG]
    Jembatan mendekati pantai Ayah...

    Melewati portal tidak perlu berhenti, karena tidak ditarik tiket...
    Kalok mau ke pantai Ayah belok kanan masuk ke areanya... saya jalan terus ke arah bukit dengan banyak pohon jati...

    [​IMG]
    Sempit dan mulus... kombinasi yg cocok...

    [​IMG]
    Salah satu tikungan...

    Trek jalan di perbukitan disini bener2 menantang... jalannya sempit... berliku2 dan naik turun tajam...
    Sambil jalan pelan2... bila bertemu orang saya berhenti untuk bertanya dimana lokasi pantai Menganti...

    [​IMG]
    Menanjak & menikung...

    [​IMG]
    Menurun curam didepan...

    Sempet bertanya lebih dari 3x akhirnya ketemu jalur menuju pantai Menganti... Awalnya aspal sangat mulus... tapi cuman sebentar... selebihnya adalah jalan aspal yg rusak... Tanjakan & turunannya makin asik...

    [​IMG]
    Ibu ini luar biasa fisiknya...

    [​IMG]
    Jalannya sekarang turun terus...

    Mendekati pantai... pemandangan tampak luar biasa...
    Berada diatas perbukitan... dibawah sana laut nampak luas... Asik sekali...
    Sayangnya motor tidak leluasa untuk berhenti... karena jalannya turun curam...

    [​IMG]
    Oww... indahnya... segarnyaa...

    [​IMG]
    Mengintip dulu dengan sedikit off road, ternyata garis pantai belum terlihat...

    [​IMG]
    Setelah mengintip, mencoba kejalan yang benar... turun lagi...

    [​IMG]
    Turun dan turun terus yaaa...

    [​IMG]
    Semakin dekat ke pantai...

    [​IMG]
    Coba tengok lagi... ah itu diaa...

    [​IMG]
    Lebih dekat lagi yaa...

    Akhirnya sampai juga ke pantai Menganti yg tersembunyi...
    Dipantai ini tidak banyak rumah2 penduduk... tetapi sangat banyak perahu2 nelayan..
    Dan hampir semuanya didominasi warna biru muda...
    Ada tempat pelelangan ikan juga disini...
    Sepertinya pantai ini dipergunakan untuk berlabuh juga bagi para nelayan2 dari sekitarnya...

    [​IMG]
    Cari parkiran yg acik...

    [​IMG]
    Pantai ini cocok sebagai tujuan hunting putu2... namun berhubung terbatas waktu... saya tidak lama2 disini...


    Para nelayan saling tolong dan bantu lhoo... kalok ada perahu mendarat, dibantu diangkat ke tempat yang lebih tinggi...
    Supaya jika ombak pasang perahu tidak hanyut terbawa ombak... diikat tali itu sudah seharusnya...

    [​IMG]

    [​IMG]

    Pantai Menganti tidaklah luas dan memanjang... tapi pemandangannya indah sekali...

    [​IMG]
    Sisi kiri area pantai...

    [​IMG]
    Penampakan dari atas bukit...

    [​IMG]
    Sisi barat pantai... tebing2 tinggi terbentang...

    [​IMG]
    Dari atas parkiran umum...

    Kapan2 jika waktu lebih leluasa... rasanya pengen kembali kesini...
    Putu2 yang jauh lebih indah bisa digali lagi disaat yang tepat... *tapi belajar dulu dari para suhu & masternya neeh...*

    Saat kembali telah tiba... hari sudah semakin siang...
    Dan PZoo harus kerja keras melibas tanjakan yang sambung menyambung...

    [​IMG]
    Jalan turunan... dari atas bukit...

    [​IMG]
    Tak lupa menengok lagi... untuk diingat...

    [​IMG]
    Salah satu tikungan mesra...

    Setelah beberapa lama menanjak terus, akhirnya kembali turun dan bertemu jalan utama lagi...
    Mendekati pantai ayah sebenernya ada beberapa spot yg menarik untuk dikunjungi...
    Tapi berhubung sudah pernah & ingin segera kembali... jadi lewat saja terus...

    [​IMG]
    Jalan menurun menuju ke pantai Ayah dari atas...

    Pantai Menganti berjarak sekitar 10 KM dari pantai Ayah... jalannya mengasyikan sekali...
    Bagi yg pertamax kali... jangan malu2 bertanya ke orang2 sekitar yaa...

    Pantai Ayah sampai rumah Cilacap sekitar 55 KM... dan hampir 40 KMnya adalah jalan yg lurus mulus....
    Mendekat Adipala, belok kiri ke arah pantai Srandil...
    Pantai ini semakin hari semakin sepi nampaknya... portal sudah tidak dijaga petugas lagi...

    [​IMG]
    Akses jalan menuju pantai...

    [​IMG]
    Sepi sekali disini... tapi jalannya asik... kanan kiri ditanami cemara...

    [​IMG]
    Parkir disalah satu area... ditebing depan banyak sekali monyet lhoo... tp di putu ini susah terlihatnya...

    [​IMG]
    Tebing tinggi didepan... dibawahnya terdapat gua... dahulu ramai sekali... sekarang sepi & sunyi...

    [​IMG]

    Tak perlu berlama2 sendiri disini...
    Segera tancap lagi ke rumah Cilacap... Jam 13 siang sampai...
    Tidak terasa sekitar 4 jam jalan2 ke pantai di Kebumen... menempuh jarak 130 KM PP...

    Istirahat sebentar dulu dirumah...
    Lanjut bersiap2 lagi.. jam 14:30 start balik ke Cirebon...

    Mendekati Wangon, hujan deras turun... brenti dulu deket jembatan kecil pakai rain coat Eiger...
    Selepas perempatan Wangon - Jalur Bandung hujan semakin deras...
    Malahan jalanan jadi banjir... Hadoooh... mau brenti neduh seperti motor2 lain tapi tanggung...
    Jalan terus sajaaa... dengan extra waspada...
    Meski jalan lengang... tp hujannya menyulitkan pandangan...

    Sampai Ajibarang masih sama... hujan melulu...
    Baru lepas dari Ajibarang, disatu jalan menanjak terjadi kemacetan...
    Ternyata ada tiang listrik yg tumbang... Hahaa....
    Mobil pada brenti ga bisa lewat... untunglah ada ruang diluar bahu kiri jalan buat motor lewat...
    Kacian juga tuh mobil2 yaa... banyak yg putar balik... tp malah jadi kacau....

    Sampai Bumiayu hujan masih saja deras....
    Kali ini ada antrian panjang lagi... ternyata tepat di depan rel kereta ada mobil box yang mogok...
    Ck ck ck... sudah jalannya sempit, dibuat jadi satu jalur... terjadi rebutan lewat... kacau deh...

    Mendekati Prupuk, hujan malahan tambah deras... plus angin kenceng banget...
    Padahal PZoo sudah berat... masih terasa terdorong angin...
    Waspada tingkat tinggi di jalan pinggiran kali dari Prupuk ke Ketanggungan....

    Beruntung dari Ketanggungan - Tanjung - mendekati Gebang hujan reda... hanya gerimis2 kecil sesaat...
    Jalan pantura kali ini sepiii... geber dah sampai redline... tp lihat speedo lhaa kok 0 KPJ terus... ah... ternyata mati...
    Mungkin karena hujan... raincoat Eiger yg biasanya kaga tembus, kali ini rembes sampai celana basah sebagian...
    Di Gebang seperti biasa, terjadi antrian panjang lagi... Jembatan Fly Over Gebang misih belum selesaiiii....

    Mendekati Cirebon kembali hujan deras....
    Wizz... 130 KM adalah hujan2an terusss...

    Tapi akhirnya selamat sampai di rumah... sekitar jam 17:30...

    Sekian & terima kasih atas perhatiannya... semoga berkenan...
    #6
  7. agsstwn

    agsstwn Been here awhile

    Joined:
    Aug 14, 2009
    Oddometer:
    166
    Trip TRB bonus Merapi mampir Baturaden...

    Sabtu - Minggu, 12 - 13 Februari 2011

    Rute :
    Cirebon - Pemalang - Weleri - Magelang - Pakem - TRB - Merapi - TRB - Purworejo - Kebumen - Buntu - Sukaraja - Purwokerto - Baturaden - Ajibarang - Bumiayu - Cirebon

    Demkianlah, ini kali kedua saya jalan bareng dengan mas Bayu ke TRB...
    Jumat pagi Bayu & Rial sudah dateng ke beres Cirebon, segera saja jam 10:30 saya mindik2 meluncur ke beres...
    Mengajak mereka berdua buat istirahat di rumah... tentu saja Sholat Jumat di Masjid dekat rumah...
    Karena mindik2, tentu saja saya harus kembali ke kantor, jadi jam sekitar jam 14:15 saya kembali mindik2...
    Update Status, Rial misih tidur... Bayu baru bangun tidur... Hehe...

    Okelah, riding malem kali ini kami sudah lebih siap...
    Masing2 motor sudah dipasangi Hella FF75... lampu tambahan yang terang & fokus...
    Nyaris tidak bisa tidur... bahkan sudah olah raga malam2 pun tidak jadi ngantuk... Xixi...

    Start jam 24 lebih...
    Tiada disangka, ternyata kali ini pantura dipenuhi bus2 malam dan truk2...
    Mau2 tidak mau memaksa kami jalan tidak bisa leluasa...
    Mendekati Gebang (ada pembangunan fly over) terjadi antrian panjang, mungkin ada dari 1,5 KM panjangnya...
    Memaksa kami melipir2 di sisi kiri jalan... off road yaa...
    Jalur Brebes - Tegal - Pemalang bener2 rusak parah... banyak lubang2 disana sini...
    Lampu2 FF75 yg sudah banyak membantu... tapi masih saja kadang terkena lubang...

    Jam 03:00 kami istirahat di warung pinggir jalan di Pemalang...
    Belum lama kami pesen makanan, dateng rombongan perempuan2 malam... Haduuuh...
    Suasana makan jadi tidak nyaman...

    Start lagi sekitar jam 03:30...
    Targetnya shubuhan di Weleri... kalini jalannya lebih bersahabat... lubang sudah jarang... sesekali saja ditemui...
    Sekitar jam 04:30 merapat di pom bensin dekat dengan pertigaan Semarang - Weleri...
    Istri sudah kaga kuat menahan kantuk... Selepas sholat, tidurlah...

    Cukup lama kami istirahatnya... jam 06:30 bangun dan bersiap2 langjutgan perjalanan...
    Baru kali ini lewat jalur Weleri - Parakan dengan kondisi cukup terang... sinar matahari sudah jelas...
    Beberapa kali lewat disini misih gelap2an... skitar jam 03-04 pagi... Hehe...
    Pernah juga pas bareng iGeekz... tp masih sekitar jam 06an...

    Jalurnya manztaaab buar mereng2... tidak harus kenceng, tapi tepat ambil tikungan...
    Istilahnya kala menikung, kita ngga sampai tekor, dan juga ngga kehilangan momen...

    [​IMG]
    Jalur Weleri... acik kelak-keloknya...

    [​IMG]
    Suhu Lempar... beraksi selalu menapak rodanya diatas garis putih...

    Parakan - Temanggung dilalui dengan cukup cepat...
    Magelang dengan lebih santai...
    Sekitar jam 08 pagi, selepas Muntilan, kami istirahat sarapan pagi...

    [​IMG]
    Kami sarapan Bebek Goreng Kremes... Maknyuzzz....

    [​IMG]
    Salah satu ruas jalan Magelang - Jogja yang sering terputus oleh aliran lahar dingin... Kali Putih kalok ga salah...

    [​IMG]
    Batu segede gaban yg terbawa arus lahar dingin... lihatlah diatasnya truk bisa parkir... Xixixi

    Sekitar jam 09:30 kami sampai dengan selamat di TRB...

    [​IMG]
    Sekitar jam 09:30 kami sampai di TRB... bengkel sudah buka, dan om Londo sudah menunggu...
    Mas Indra juga ada... tp tak lama sudah ngabur lagi... ada tugas on call dari kantornya..

    [​IMG]
    Lengkap sudah peserta kopdar dadakan di TRB kali ini...
    Agsstwn (Cirebon), Bayumurti (Jakarta), Fery (Semarang), SiBas (Jogja) & Pempem plus2 (Jogja)...

    Malam harinya, selepas Maghrib kami meluncur ke rumah om Londo...
    Sudah berulang kali ke TRB, tetapi baru kali ini mampir ke rumahnya... Hehe... sekalian saja nengokin bayinya... [​IMG]

    [​IMG]
    Parkir di depan rumah om Lono... yg pintunya hijau...

    [​IMG]
    Halaman depan rumah om Londo sangat luas... seluas lapangan bola...
    Malem2 pun ada orang yg latihan motor batangan... belajar motor kopling ceritanya... Hehehe...

    Lumayan lama kami bertamu di rumah om Londo...
    Sampai2 saya tidak kuat lagi menahan kantuk, karena sedari berangkat belum tidur sebentarpun...

    Kembali ke TRB sambil ngantuk...
    Zzzzz.... tertidur dengan pulazzz... sangat pulaazzzz....

    Siang hari sebelumnya mas Bambang menawarkan diri buat mengantar kami jalan2 ke Merapi...
    Dan Minggu pagi, setelah bangun & mandi2... tanpa sarapan dulu kami bersiap2 berangkat ke Merapi...

    Mas Bambang pake motor Mio, mas Bayu ya bawa si Rambo... saya boncengan sama istri...

    [​IMG]
    Suhu lempar lg beraksi...

    [​IMG]
    Lagi2 kode yg aneh... di depan itu adalah mas Bambang...

    Setelah cukup lama berjalan, dan terus menanjak... sampailah di pos penjagaan...
    Kami harus bayar untuk terus nanjak ke atas... masing 2 motor ditarik biaya Rp. 12.000,-
    Setelah beres.... kami lanjutgan perjalanan...

    Semakin ke atas, situasi semakin dramatis...
    Dahulunya di kanan kiri jalan adalah rumah2 penduduk... sekarang hanya terlihat sedikit pondasinya... bahkan hilang sama sekali... pohon2 besar juga cuman tersisa batang2nya saja yang hitam hangus terbakar...

    Jalan terus menanjak... hingga jalan aspal hilang tertutup pasir...

    [​IMG]
    Kami berhenti sejenak disini... area disini sudah berubah total... entah akan jadi seperti apa disini...

    [​IMG]
    Penduduk mencoba menanami dengan tanaman/pohon hampir di sepanjang ruas jalan ini... tetapi nampaknya tanah masih banyak mengandung belerang, sehingga banyak yang mati...

    Terus nanjak lagi... baru berjalan sebentar, kami penasaran dengan jurang yang nampak di sisi kanan jalan....

    [​IMG]
    Inilah kali Gendol... yang mengalir sampai bawah... sebelumnya mungkin tidak selebar ini...

    [​IMG]
    PZoo pun ikut2an penasaran... eit, tapi jangan minggir2 yaaa.. hati2 parkirnya...

    [​IMG]
    Nampaknya ini adalah tebing yang baru terbentuk karena aliran lahar dingin...

    Pemandangan semakin keatas bertambah menakjubkan...
    Situasinya seperti habis terjadi perang bom besar2an... semuanya rata dengan tanah...

    Dianjurkan untuk tidak berlama2 disini... karena jika hujan turun, sangat besar kemungkinan terjadi banjir lahar dingin...

    Kami lanjutgan perjalanan ke atas... Ternyata setelahnya ketemu dengan jalan aspal lagi...
    Sulit bagi orang2 untuk mengenal dahulu disini ada desa apa... karena semuanya seperti terpangkas habis...

    [​IMG]
    Rumput2 ternyata ada yg masih bertahan... mungkin tidak terkena asap panas secara langsung...

    [​IMG]
    Situasi yg mencekam... mungkin disini dahulu ramai oleh orang2 yaa...

    [​IMG]
    Nampaknya ada pertigaan di depan...

    Sampailah kami di ujung aspal jalan ini... kembali medan pasir & batu harus kami lalui....

    [​IMG]Batu di samping besar sekali... tetapi ini bukan yang terbesar yang pernah kami lihat...
    Kata mas Bambang, kemungkinan disini adalah perkemahan Kaliadem... atau area dekat dengannya...

    Oke, kami langjutgan terus ke atas... kali ini dengan medan yg lebih menantang...

    [​IMG]
    Suhu lempar bersiap2... menaklukan medan pasir Merapi...

    [​IMG]
    Bersemangat sekali nampaknya... si Rambo tau2 sudah diujung jauh di depan... Hehe...

    [​IMG]
    Ya ya, rupanya ini yg dicari2... jepretan yang istimewa... pengambilan putu yang berkelas tinggi...

    Jalan2 dilanjutgan ke atas lagi... kami ketemu dengan jejak roda...
    Beruntung beberapa hari kebelakang tidak hujan sehingga tapak ban masih membekas dengan jelas...
    Mungkin sudah dateng kesini para master adventure ya... entahlah...
    Mungkin juga para pendekar cross yg nyemplak motor trail...
    Mungkin juga adalah para tukang ojeg setempat yg mengantarkan pengunjung...

    [​IMG]
    Satu2 lewatnya yaa... biar diputu dengan seksama...

    [​IMG]
    Berikutnya...

    [​IMG]
    Ya tukang putunya di tunggu dooong... kacian kalok jalan kaki terus... Xixixi

    Sampailah kami di ujung tapak roda/ban... untuk ke atas lagi sebenernya masih memungkinkan...
    Tetapi kami cukupkan sampai di sini, diarea kecil yg cukup lapang...
    Luar biasa pemandangan dari sini, sekeliling mata memandang adalah hamparan material yang baru sama sekali... mungkin semua ini berasal dari muntahan puncak merapi...
    Tidak ada pohon2 yg masih berdiri, batang2nya pun jarang terlihat... mungkin terkubur di dalam... atau hanyut terbawa lahar....

    [​IMG]

    [​IMG]

    [​IMG]

    [​IMG]
    Mereng2 dulu yaaa...

    Setelah cukup lama, kami kembali turun... tentu saja melalui jalur yang sama ketika naik...

    [​IMG]
    Ayo, jepret dulu yaa... dari belakang...

    [​IMG]
    Eit, suhu lempar tengah beraksi...

    [​IMG]
    Jalan2 ke Merapi... top markotob...!!!

    [​IMG]
    Leganya ketika ketemu aspal lagii...

    Dibawah, sempet nengok kali Gendol di area bawah... namun tak banyak yg menarik minat kami...
    Mungkin karena kondisinya mirip2 seperti diatas tadi...

    [​IMG]
    Putar balik saja...

    Sesampainya di TRB, sudah disiapkan hidangan buat sarapan...
    Bubur ayam yang maknyuss rasanya.. sedap bumbunya... manztabb sambalnya...
    Dengan lahap kami makan sampai ludes... mau nambah kaga ada lagi... Hehe...

    Kembali kami beristirahat... setelah tenaga lumayan terkuras tadi...

    Menjelang pukul 11 siang, saya bersiap2 dan berkemas untuk melanjutgan perjalanan ke Cirebon...

    Meski berat hati berpamitan, kami harus tetapkan...
    Terima kasih kepada keluarga besar TRB yang telah bersedia menampung & menjamu kedatangan kami...
    Smoga mendapatkan balasan yang jauh lebih baik dari Allah, SWT...

    Jam 11 lebih sedikit, start dari TRB...

    [​IMG]
    Mampir dulu ke toko oleh2 Bandar Jaya...

    Melintas ring road utara Jogja dengan kecepatan cukup...
    Yaitu kecepatan dimana motor lain tidak ada yg nyalip...
    Sekitar jam 11:30 kami mampir untuk makan siang... di Mbok Berek tidak jauh setelah lepas belok kanan dari ring road....

    Setelah makan ayam goreng kremes yang nikmat... kami istirahat dan sholat...
    Start lagi jam 13 siang...

    High speed cruizing dari Jogja - Wates - Purworejo - Kebumen - Buntu - Sokaraja...

    Beberapa motor mencoba ngikut... tp tak lama ngilang semua... Hehe...

    Jam 15 kami mampir di Toko Tohirin, yg terkenal jualan Gethuk...
    Setelah belanja oleh2... lanjut lagi ke tujuan berikutnya...

    [​IMG]
    Tugu patung kuda di Purwokerto...

    Jam 15:30 sudah sampai di Baturaden...

    Parkir motor tidak jauh dari pintu masuk Baturaden, tidak lupa menitipkan helm ke petugas parkirnya...
    Bayar tike masuk Baturaden Rp. 15.000,- untuk dua orang... (dulu seorang Rp. 5.000)

    Begitu di dalam, langsung saya mencari tukang jualan sate kelinci... Hehe... Perut kembali lapar yaa...

    [​IMG]
    Air terjun di Baturaden...

    Tidak lama kami berjalan di area wisata Baturaden... udaranya benar2 segaaarr...
    Banyak juga penampakan yg segaarrr2... Hehe...

    Jam 17 kami siap2 turun dan melanjutgan perjalanan...

    Kembali melaju dengan high speed cruizwing... Worrr....
    Jam 18 kurang sudah berhenti di Pom bensin di lingkar luar Bumiayu...

    Istirahat & sholat Maghrib....

    Jam 19 lebih kami lanjutgan... etape terakhir menuju Cirebon...

    Night riding dibantu Hella FF75... banyak lubang2 yang dilewati dengan mudah... Hehe...
    Jalur Prupuk - Ketanggungan parrahnya masih sama sajaa....

    Bermacet2 seperti biasa di Gebang, karena ada pembangunan fly over...

    Sekitar jam 21:00 sudah merapat di Cirebon....

    Demikan catetan perjalanan kali ini, semoga berkenan...
    #7
  8. agsstwn

    agsstwn Been here awhile

    Joined:
    Aug 14, 2009
    Oddometer:
    166
    Trip ke Curug Tujuh Sibolang...

    Hari Minggu ini, tanggal 27 Februari 2011
    Jalan2 sekitar 200 KM dari rumah ke Curug Tujuh...
    Lokasinya di Desa Sandingtaman Kecamatan Panjalu....
    Kalok dari Ciamis sekitar 35 KM ke arah utara kota Ciamis...

    Rutenya : Rumah Cirebon - Kuningan - Cikijing - Panawangan - ke arah Panjalu (Situ Lengkong) belok kiri di Ds. Sandingtaman... PP
    Jarak tempuh : 198 KM

    [​IMG]
    Curug 1... sudah cukup puas bisa sampai kesini... melewati jalan setapak menanjak sekitar 600 M dari pintu loket...

    Curug Tujuh Sibolang ini punya 7 buah air terjun, namanya pake nomer... Curug 1 sampai Curug 7...
    Semua curugnya berada di kaki Gunung Sawal.
    Kita dapat menikmati keindahan dan keasrian ketujuh air terjun tersebut dengan cara mengitari bukit, menapaki jalan setapak mulai dari kaki bukit sampai ke puncak bukit dan kembali lagi.
    Untuk dapat melihat kesemua curug sutamina kudu bener2 prima...

    Namun berhubung kali ini jalan2 bareng istri & si Neng... jadi dicukupkan ke Curug 1 saja... [​IMG] [​IMG]
    *alesan saja...*
    [​IMG]
    Aa tidak ikut, lagi mengkhatamkan game PS2 di rumah mbahnya...

    Tiket masuk cukup Rp. 5.000,- per orang... anak2 tidak dihitung...
    [​IMG]
    Si Neng senang tidak bayar tiket, jadi uangnya bisa buat jajaaann.... Xixixi...

    Kembali dari curug adalah kembali merasakan jalur yg super istimewa...
    Panawangan adalah salah satu trek mereng2 yang top markotob... silahkan di coba...

    [​IMG]
    Jalan muter hampir 360 derajat beberapa kali bisa ditemui di Panawangan...

    [​IMG]
    Salah satu kelokan istimewa...

    Sekitar jam 11:30 kami berhenti di Cingambul.... mampir di RM. Jaya Abadi...
    Sate kambing mudanya maknyuzz...

    [​IMG]
    Sayang si PZoo kaga bisa maem sate yaa...

    [​IMG]
    Bumbu kecap, irisan tomat, cabe & bawang merah... Maknyuzzz... !!!

    Sekitar jam 14 kurang kami sudah sampai di rumah kembali setelah sedari pagi sekitar jam 6:30 berangkat...

    Demikian jalan2 singkat kali ini, semoga berkenan...
    #8
  9. agsstwn

    agsstwn Been here awhile

    Joined:
    Aug 14, 2009
    Oddometer:
    166
    TRIP KE IJEN - BALI - JEMBER - PACITAN


    • KAWAH IJEN
    • BALI (Kuta, Nusa Dua, Uluwatu, Kintamani - Bedugul via Plaga)
    • JEMBER (Tanjung Papuma)
    • PACITAN (Pantai Teleng Ria, Klayar & Goa Gong)

    Sudah lama saya punya keinginan untuk dapat melihat secara langsung keindahan alam di kawasan Ijen, terutama kawahnya yang memiliki pesona eksotis luar biasa berkelas internasional... Kebetulan saya punya tabungan cuti besar lima tahunan yang jika diambil harus cuti selama 12 hari berturut-turut... sudah dari bulan Nopember 2010 pengajuan cuti itu, namun baru bisa terealisasi di bulan Maret 2011 ini... Jika memikirkan pekerjaan emang tidak ada habisnya... Jadi dengan tega bin tegel plus pak bos di kantor juga acc maka saya harus ambil kesempatan ini... Membayangkan saya cuti 12 hari kerja berturutan membuat merinding... Xixixi...Target pilihan untuk mengisi hari2 libur adalah ke Ijen... rencana ke Bali adalah optional...

    Semakin mendekati hari H cuti, saya sering kontak dengan para master, yaitu mas Irwan aka Funkademic, mas Junian aka Junzxxx dan om Syeh Oghlam Blaz... Kabar gembira dari mas Irwan bahwasanya master Junzxxx & syeh Oghlam tanggal 5-6 Maret hendak ke Ijen... sepertinya cocok dengan rencana saya... Jadilah kami janjian untuk bisa ke Kawah Ijen bareng-bareng...

    Dari Cirebon untuk ke Ijen jika pertama kali disarankan dengan sangat untuk menginap dulu... karena untuk sampai ke Kawah diperlukan fisik yang fresh untuk jalan kaki menanjak sejauh 3 Kilometer... Menyesuaikan dengan rencana Syeh Oghlam, saya putuskan untuk berangkat pada hari Jumat dini hari...


    Hari 1, Jumat, 4 Maret 2011
    Menempuh jarak kurang lebih 580 KM dari Cirebon ke Sidoarjo...
    Rute yg ditempuh dari Cirebon - Pekalongan - Semarang - Juwana - Rembang - Tuban - Lamongan - Gresik - Sidoarjo (rest point : rumah syeh Oghlam Blaz)

    Hari 2, Sabtu, 5 Maret 2011
    Menempuh jarak sekitar 300 KM (mungkin lebih, ini perkiraan seingatnya saja)
    Rutenya dari Sidoarjo - Probolinggo - Pasuruan - Paiton - Bondowoso via Arak-arak - Sempol - Belawan (rest point hotel Catimoor, sekitar 20-an KM dari Paltuding)

    Hari 3, Minggu, 6 Maret 2011
    Rutenya dari Belawan - Paltuding - Banyuwangi via jalur Licin - Ketapang (Nyeberang ke Bali) - Gilimanuk - Kuta (rest point : Wisma Bima 2)

    Hari 4, Senin, 7 Maret 2011
    Rutenya : Kuta - Nusa Dua - Uluwatu - balik ke Kuta (Wisma Bima 2)

    Hari 5, Selasa, 8 Maret 2011
    Dari Minggu sampai hari ini di Bali sudah menempuh jarak sekitar 370 KM
    Rutenya : Kuta - Kintamani - Plaga - Bedugul - Kuta

    Hari 6, Rabu, 9 Maret 2011
    Jarak tempuh sekitar 350 KM
    Rutenya : Kuta - Gilimanuk (Nyeberang ke Jawa) - Ketapang - Banyuwangi - Jember - Tanjung Papuma (rest point : penginapan yg dikelola Dinas Kehutanan Jember)

    Hari 7, Kamis, 10 Maret 2011
    Menempuh jarak sekitar 480 KM
    Rutenya : Tanjung Papuma (Jember) - Lumajang - Malang - Blitar - Trenggalek - Ponorogo - Pacitan (rest point : Hotel Graha Prima)

    Hari 8, Jumat, 11 Maret 2011
    Menempuh jarak 250 KM jalan2 di Pacitan dan ke Solo; dan 340 KM dari Solo ke Cirebon

    Total jarak tempuh 2.670 KM...

    [​IMG]
    Saya sudah sangat puas bisa melihat langsung kawah Ijen dari atas sini... karena menyadari akan tidak kuat menahan napas jika turun ke bawah...

    Hari 1, Jumat, 4 Maret 2011
    Menempuh jarak kurang lebih 580 KM dari Cirebon ke Sidoarjo...
    Rute yg ditempuh dari Cirebon - Pekalongan - Semarang - Juwana - Rembang - Tuban - Lamongan - Gresik - Sidoarjo (rest point : rumah syeh Oghlam Blaz)

    Perjalanan di mulai pukul 00:30 WIB... dengan kondisi tidak tidur semaleman disebabkan sindrom pra turing yg kuat sekali... aura Ijen sudah tercium sampai Cirebon (lebay : on)... Bagi pengendara motor yg melintas jalan pantura, terutama Brebes - Tegal - Pemalang dituntut ekstra waspada karena rusak parah, banyak lubang mengintai sepanjang jalan, diperparah banyak ruas jalan yang digaruk namun tidak cepat ditambal... alur garukan itu membuat roda depan motor sering oleng kanan kiri, kita harus pegang setang dengan kuat...

    Sekitar pukul 02:30 kami berhenti di pom bensin setelah lewat kota Pekalongan karena istri sudah tidak kuat menahan kantuk... sementara itu saya ngobrol2 saja dengan supir truk yg juga istirahat disini sambil ngupi2 yang banyak disediakan di warung2 kecil di pinggir area pom bensin...
    Setelah sekitar satu jam lebih istri tidur, kami lanjutkan kembali perjalanan melintasi Batang - Alas Roban... melintasi kota Kendal dengan pelan sambil melihat2 keindahan masjid besarnya...

    Pukul 05:00 kurang kami berhenti di pom bensin lagi... sudah melewati kota Kendal dan memasuki Semarang... Sholat shubuh dulu sambil istirahat...
    Melintasi Semarang sambil melihat2 suasana di Tanjung Emas... Selepas Demak cuaca mendung, dan benar saja setelah Kudus memasuki Pati hujan turun... berhenti dulu untuk pake raincoat... untungnya rest point sudah dekat...

    [​IMG]
    Tanjung Emas tepi laut, siapa suka boleh ikut... (lagunya sudah berubah)

    [​IMG]
    Demak kota wali, Cirebon juga kota wali...

    Sebagaimana biasa jika melakukan perjalanan ke Timur, adalah wajib untuk mampir ke Toko Aneka untuk bertemu & lapor dengan Don Blackmax yang baik hati. Hehehe... Sampai di Juwana sekitar jam 08 kurang... toko sudah dibuka, bertemu dengan istrinya Don BM yang ramah & cantik... sementara juragan bandengnya masih mandi... Xixixi... mungkin mandi bareng bersama bandeng2nya... Adalah luar biasa sambutan yg diberikan oleh Don BM dan istrinya, kami diajak sarapan dengan santapan yang super istimewa... udang galah yang gurih & lezaaat... Tidak terasa 2 jam ngobrol bersama meraka, sudah menjelang siang pukul 10 kami harus pamitan...

    [​IMG]
    Toko Aneka yang istimewa...

    [​IMG]
    Sarapan yang super duper istimewa bin spesial... masakan istirnya Don BM...

    Pukul 11:30 kembali break, sudah masuk wilayah Tuban... sholat Jumat dulu sambil istirahat setelah berkutat dengan keramaian di jalur Juwana - Rembang yang sempit plus banyak lubang... Baru jalan beberapa lama, kembali parkir di pinggir laut di Tuban... ada taman2 kecil di pinggir jalan sepanjang jalan pantura di Tuban... dengan pemandangan laut dan banyak perahu2 nelayan yang berlabuh... tempat yang pas buat sekedar melepas lelah dalam perjalanan... banyak juga yang jualan makananan... Kami istirahat & makan siang di RM dengan menu nasi pecel dan es dawet... Bang Roy SMS menyarankan untuk mampir ke Tanjung Kodok & Gua Maharani... katanya lokasinya tidak jauh, namun kami putuskan tidak mampir... perjalanan masih jauh untuk sampai ke Sidoarjo...

    [​IMG]
    Pati - Juwana - Rembang banyak lubang2nya...

    [​IMG]
    Muara kali/sungai jadi tempat berlabuh perahu2 nelayan... mirip dengan suasana di Cirebon...

    [​IMG]
    Pemandangan sisi kanan jalan saat melintas Rembang... hiburan dikala macet...

    [​IMG]
    Pantura Rembang - Tuban jalannya di pinggir laut...

    [​IMG]
    Tugu perbatasan Jateng - Jatim, banyak yg berhenti disini untuk putu2... kali ini tidak, karena sudah pernah...

    Melintas Lamongan dengan cepat, kondisi jalan lebar dan lurus... Mendekat Gresik & Surabaya kembali berkutat dengan keramaian... nampaknya emang hari ini jalan ramai dengan motor yang pada mudik karena Sabtunya hari libur, satu jam hanya bergerak beberapa KM... mengandalkan GPS Garmin Nuvi untuk mencari alamat rumah om Syeh, akhirnya sampai dengan selamat sekitar pukul 17...

    Setelah mandi, badan segar kantuk melanda... kami tertidur pulaz, sementara istri om Syeh sibuk menyiapkan masakan untuk acara kopdar Chapter Surabaya di rumahnya nanti malam... Xixixi... (tamu yg tidak sopan yaa...) Pukul sepuluh bangun, ikud gabung dengan beberapa rekan CS yang sudah hadir & kelaparan... ada om Hanx plus boncenger, Jef plus istrinya, Alex & Reza yang serasi... kopdar sambil menikmati masakan super spesial racikan istri om syeh... Iga Bakar yang sedaaap...

    Pukul 00:30 berusaha tidur, tapi hanya sebentar2... sudah gelisah & tidak sabar untuk bergerak lagi... Aura Ijen semakin terasa di Sidoarjo...

    Hari 2, Sabtu, 5 Maret 2011
    Menempuh jarak sekitar 300 KM (mungkin lebih, ini perkiraan seingatnya saja)
    Rutenya dari Sidoarjo - Probolinggo - Pasuruan - Paiton - Bondowoso via Arak-arak - Sempol - Belawan (rest point hotel Catimor, sekitar 20-an KM dari Paltuding)

    Nah, cerita perjalanan di hari ke-2 sekiranya sudah dibuat oleh om Syeh Oghlam...

    Kami terbangun oleh alarm yang diset jam 04 pagi... sarapan pagi ternyata sudah dipesan dan disiapkan oleh nyonya rumah, sungguh jamuan yang luar biasa... tidak lama kemudian Puksan datang bersama boncengernya dan langsung ikut bergabung sarapan pagi... Saya sempat kontak dengan master Junzxxx, dan beliau juga akan berangkat selepas shubuh start dari Pasuruan... jalan dengan pelan saja, begitu kabar yg disampaikan...

    Sekitar jam 05 lebih, semua sudah siap untuk mengaspal... Rombongan ada enam motor, tiga Pulsar, New Megapro, FU dan MX... jumlah peserta ada 11 orang, semua bawa boncenger kecuali rider NMP... Dan benar saja, baru keluar dari lingkar timur Sidoarjo, di jalan utama Sidoarjo - Probolinggo sudah ramai dengan lalulintas kendaraan... setelah isi bensin di pom terdekat, kembali rombongan berkutat dengan keramaian...

    Beruntunglah cuaca pagi ini cerah dan segar... kemacetan kami lalui dengan santai dan tenang... perjalanan ini harus benar2 bisa dinikmati...

    Beberapa rest point adalah :

    • Alun2 Probolinggo, masih bisa kontak dengan master Junzxxx... beliau sudah di Paiton dan terus jalan ke arah Bondowoso...
    • Pom 80 Toilet di Paiton, disini saya sudah tidak bisa kontak dengan master Junzxxx, berharap tidak ada apa2 dalam perjalanannya...
    • Suatu tikungan di Arak-arak, tempat yang sejuk di ketinggian... sambil menikmati cemilan di warung kecil, kita bisa memandang dengan luas hamparan hutan dan aliran sungai yang berliku dibawah sana...
    • Rumah rekan rider di Bondowoso, disini kami dijamu dengan makan siang yang nikmat sekali... Manztaaab...!!
    • Pos jaga di PTPN XIII di Sempol, tamu yang melintas harap lapor dengan mengisi buku tamu dan cukup bayar Rp. 1.000,- per orangnya... disini saya juga tidak melihat catatan tamunya master Junzxxx, sinyal HP pun ikutan menghilang... Beruntungnya saya tiba di lokasi ini terlebih dahulu, sehingga tidak terkena hujan saat ajrut2an melibas jalan yang rusak parah sepanjang 15 KM mendekati Paltuding...
    • Catimor Homestay di Belawan, tempat yang diusulkan oleh om Syeh Oghlam ini jauh nyaman dibandingakan yang di Paltuding... kita bisa memesan makan malam dengan harga yang cukup pas, Rp. 35.000,- untuk dua porsi dengan menu yang beragam dalam satu paket... Sayur Buncis, Buah Pisang/Semangka, Perkedel, Telor Dadar, Ayam Goreng, Kerupuk Udang, Mie Goreng... saya rasa sebanding dengan harganya...
    Sekitar pukul 17 kami sudah cek in di Catimor... tempat yang kami rekomendasikan bagi rekan2 yang ingin ke Ijen...

    Hari 3, Minggu, 6 Maret 2011
    Rutenya dari Belawan - Paltuding - Banyuwangi via jalur Licin - Ketapang (Nyeberang ke Bali) - Gilimanuk - Kuta (rest point : Wisma Bima 2)

    Rencana kami jalan ke Paltuding jam 03 dinihari dan sesuai dengan pembicaraan semalam, kami sepakat untuk jalan tidak dengan motor, tapi sewa mobil... Mengingat semalam hujan dan kondisi jalan nanjak dari Blawan ke Paltuding yg licin dan gelap...
    Pukul 04 kami sudah berada di Paltuding, sesudah mengisi perut sekedarnya di warung2 sekitar yang selalu buka dan bayar tiket masuk perjalanan mendaki siap dilakukan... sebelum mendaki, sempat saya berkeliling disekitar area parkiran berharap melihat penampakan master Junzxxx ataupun motornya... tetapi nihil...

    Berjalan mendaki sepanjang 3 KM dibutuhkan semangat yang tinggi... tidak mengapa kita sebentar2 berhenti mengatur napas, asalkan keinginan untuk sampai puncak tetap tinggi... Setiap 100 meter dapat ditemukan patok yang menandai jarak, membaca itu setidaknya kita bisa tahu berapa jauh lagi puncaknya...

    Saya kagum dengan orang2 yang mencari nafkah di Ijen dengan turun naik memanggul belerang, dari seberat 50-80 Kg dan bahkan banyak yang lebih... menurut cerita yg didapat om Syeh rekornya ada yang hingga 125 Kg... sungguh menakjubkan, tetapi juga memilukan jika mengetahui seberapa besar upah mereka... Dengan membawa beban mereka bahkan berjalan lebih cepat dari kami... Xixixi...

    Pendakian yang melelahkan akan terbayar dengan keindahan kawah Ijen diatas... dan rasa lelah itu akan hilang berganti dengan decak kekaguman... Melihat hasil putu2 para profesional memang bagus & indah, tetapi akan jauh lebih nikmat jika kita merasakannya langsung dengan hadir disana meskipun cuaca tidak sebagus putu yg kita lihat itu...

    [​IMG]
    Kawah Ijen dari ketinggian... asap yang mengepul seringkali menutupi area danau... Mungkin harus menunggu seharian untuk mendapatkan putu yang lebih bersih...

    [​IMG]
    Banyak orang2 kuat di Ijen... memanggul pikulan yang jauh lebih berat dari berat badannya sendiri...

    Putu2 kawah Ijen lebih banyak ada disini...
    http://www.facebook.com/album.php?id...93&aid=2077289


    Setelah puas mendaki, menikmati keindahan kawah Ijen, sekitar pukul 10 kurang kami semua sudah berada kembali dengan selamat di Paltuding... menikmati semilir angin dan teh hangat, kami melepaskan rasa lelah setelah turun dari puncak... Dan akhirnya kami bertemu dengan master Junzxxx yang terlihat penampakannya oleh om Syeh... ah, senangnya melihat beliau baik2 sajaa...

    [​IMG]
    Master Junzxxx.... seorang Adventure sejati, jalan ke Paltuding, menginap di tenda, mendaki Ijen semua dilakukan sendirian...

    Sekitar pukul 11:30 kami sudah kembali ke Catimor Homestay, dan tak lama kemudian master Junzxxx datang menyusul... sambil tertawa senang... dikiranya jalan kesini sudah mulus, ternyata masih ada off roadnya juga... Xixixi... Beruntung meski sudah siang kami masih dapat breakfast, dengan nasi goreng yang hambar tetapi lumayan buat mengenyangkan perut yang kelaparan...

    Setelah persiapan beres, cek out beres, saatnya berpamitan dengan rekan2 rombongan... Meski baru pertama kali bertemu, tetapi kesan kekeluargaan sungguh terasa... Nice to meet you guys... Jangan lupa kalok lewat Cirebon mampir yaa... [​IMG]

    Pukul 13 lebih, kami berpisah dengan rombongan... melanjutkan perjalanan dengan tujuan ke Kuta di Bali... Pemandangan dari Blawan menuju Paltuding yang sebelumnya dilalui saat gelap, siang ini terbentang dengan jelas... sensasi berkendara menjadi bertambah nikmat, sisi kiri ada jurang dan di kanan perbukitan... namun kami tidak bisa berhenti lama melintas disini, karena jalan yang sempit tentu akan merepotkan saat berpapasan dengan mobil dari lawan arah...

    [​IMG]
    Jalan dari Blawan menuju Paltuding, jika mobil dan mobil berpapasan tentu merepotkan... untungnya hal itu jarang terjadi...

    Pertanyaan besar muncul setelah melewati Paltuding, seperti apakah gerangan jalan via Licin yang berulang diceritakan oleh om syeh Oghlam... semakin turun, ternyata semakin curam... dan semakin rusak... sampai satu saat kami harus terhenti, menunggu mobil di depan yang turun perlahan sekali menjauh, gantian kami yang menuruni ruas jalan yang rusak parah itu... Setelah turun beberapa meter, tiba2 motor susah dikendalikan, meluncur bebas meski rem depan belakang sudah ditekan kuat2... Sroookkk... sroookkk... langsung tak lupa pindah gigi 1 dan lepas kopling, sambil menjaga stang motor tetap lurus... Haduuuh, jalan macam apa ini, istri yg bonceng sudah pucat... beruntung kami selamat... teringat kata om syeh, ada jalan semacam ini sebanyak empat atau lima buah... Huhuhu...!! Dan semakin bikin deg-degan ketika hujan turun meskipun tidak deras... menunggu kering adalah tidak mungkin karena hari menuju sore semakin gelap...

    [​IMG]
    Jika ada kendaraan di depan, sebaiknya kita berhenti dulu daripada nanti nyeruduk...

    Semangat, satu sudah lewat... tinggal beberapa lagi... Kali ini kami lebih siap, disatu ruas yang parah jika istri takut, maka dia turun dan jalan kaki ke bawah, dan itu lebih memudahkan buat saya mengendalikan motor... Dan trik ini berhasil, dan istri sempat turun tiga atau empat kali... Lega sekali ketika kami sudah kembali ketemu jalan aspal yang baik & benar... Pengalaman yang mendebarkan sekaligus menyenangkan pada akhirnya... Jika kondisi kering mungkin roda masih bisa dihentikan atau setidaknya dikendalikan dengan bergerak lebih lambat...

    [​IMG]
    Geleng2 kepala... hehehe...

    Perjalanan kembali lancar, pukul 15 break sejenak di pom bensin di Banyuwangi sekalian isi Premium 50 ribu... Lanjut ke arah Ketapang untuk menyeberang ke Gilimanuk... Ternyata yang menyeberang masih ramai, mungkin karena tutup hari Sabtu kemarin saat Nyepi di Bali... Sekitar satu jam lebih jalan berada di kapal, turun di Gilimanuk ada pemeriksaan SIM & STNK, kemudian di pos berikut ada pemeriksaan KTP...

    Sekitar pukul 17 WIT kami sudah di RM Ibu Lina, menyantap Ayam Betutu yg pedas... tempat ini direkomendasikan oleh mas Basilisk, dan kami tidak kesulitan menemukannya... dari Gilimanuk ke arah Denpasar berada disisi kanan jalan dan tulisannya juga jelas terlihat... Hujan turun dengan deras saat kami makan. Kemudian kami lanjut sholat maghrib di Masjid Al Mubarok tidak jauh dari tempat makan sambil menunggu hujan sedikit mereda...

    [​IMG]
    Ayam Betutu... pedas dan manztab... Maknyuzzz....!

    Pukul 19:30 WIT kami lanjutkan perjalanan ke Kuta... jalanan ramai sekali oleh motor & mobil yang kembali dari mudik saat Nyepi... Sekitar pukul 10 kami sampai di Jl. Danung, sudah dekat dengan Kuta... sambil break di Alfamart, kabar2 dengan mas Basilisk untuk ketemuan di Patung Kuda di jalan samping bandara Ngurah Rai... Pukul 11 kurang bertemu dengan Basilisk yang kemudian membantu mencarikan hotel/penginapan di sekitar jalan Raya Tuban di Kuta... setelah lima lokasi dilihat, kami putuskan untuk menginap di Wisma Bima 2 di Jl. Raya Tuban Kuta, dan tidak jauh dari Joger, tempat tolah-toleh belanja oleh-oleh khas Bali...

    Ah, akhirnya kami sampai juga di Kuta...

    Hari 4, Senin, 7 Maret 2011
    Rutenya : Kuta - Nusa Dua - Uluwatu - balik ke Kuta (Wisma Bima 2)

    Siang hari pertama di Bali... Rasa pegel2 belum sepenuhnya hilang setelah kemarin ke puncak Ijen dan berjuang di jalur Licin, dan kami baru bergerak dari wisma sekitar pukul 09 pagi untuk cari sarapan di Warung Nikmat... warung nasi yang direkomendasikan oleh Basilisk. Kemudian pukul 10 lanjut ke Joger Kuta Bali, sambil menunggu buka datang mas Sena yang sebelumnya menanyakan posisi kami...

    Mas Sena dan boncenger lanjut berbelanja ke Sukowati, jalan ke arah Kintamani, dan kami memutuskan tidak ikut. Pukul 13 baru kami kembali ke Wisma... Kemudian pukul 15 baru jalan ke arah Nusa Dua setelah sebelumnya makan siang di Warung Nikmat lagi... Setelah dari Nusa Dua, berlanjut ke Uluwatu dan pukul 17:30 sudah kembali ke Wisma...

    [​IMG]
    Pantai deket Nusa Dharma Island... sepi pengunjung...

    [​IMG]
    Pantai di Nusa Gede Island, juga sepi pengunjung dan pantainya kotor oleh tumbuhan kering... entah darimana datangnya...

    [​IMG]
    Di Uluwatu banyak monyet2 iseng yg suka mengambil topi, kacamata dan benda2 lain yang dibawa oleh pengunjung... kita disarankan berhati2...

    [​IMG]
    Tebing sisi barat Uluwatu... kalok yang timur sudah sering diputu oleh orang2...

    Malem hari kami jalan2 kaki sekitar Jl. Raya Tuban dan mampir makam malem di RM. Wong Solo tidak jauh dari seberang Joger... saat makan, hujan turun deras, dan sambil menunggu reda datang mas Basilisk sepulang dari kantor dan langsung gabung ikud pesan makanan...setelah hujan mereda, kami bertiga balik ke Wisma melanjutkan ngobrol2 santai... atas saran Basilisk, esok hari kami jalan2 ke Kintamani lanjut ke Bedugul via Plaga... Hari 5, Selasa, 8 Maret 2011
    Dari Minggu sampai hari ini di Bali sudah menempuh jarak sekitar 370 KM
    Rutenya : Kuta - Kintamani - Plaga - Bedugul - Kuta

    Hari kedua di Bali... Pagi2 selepas shubuh sudah bersiap2 untuk jalan2 dengan tujuan Kintamani, lanjut ke Bedugul via Plaga. Start sekitar pukul 06 pagi, melintasi Denpasar sambil melihat2 suasana kota dan kami ikut bermacet2 dengan orang2 yang banyak berangkat kerja... selepas kota Denpasar jalanan menjadi lengang, dan terus menanjak. Semakin jauh semakin dingin terasa. Sekitar pukul 08 pagi kami sudah sampai di Kintamani, kami berhenti di taman kecil di sisi jalan, sambil melihat2 pemandangan indah dari ketinggian tampak gunung Batur dan danau disisi kanan...

    [​IMG]
    Plang jalan ke Kintamani...

    [​IMG]
    Gunung Batur...

    [​IMG]
    Danau di Kintamani...

    Tidak lama, kami lanjutkan perjalanan ke Bedugul via Plaga... melintas jalanan yang mulus dan lengang sungguh nikmat. Kami sempat berhenti sejenak di Jembatan Tukad Bangkung, yang kabarnya merupakan jembatan tertinggi di Bali. Kemudian sampai satu desa Batunya (kalok ga salah) jalan menjadi lebih sempit dan berliku-liku naik turun perbukitan dan sawah2... Mengikuti petunjuk jalan mengarah ke Bedugul, kami bertemu dengan jalan besar Denpasar - Bedugul, dan tidak lama kemudian sampailah kami di satu danau di Bedugul...

    [​IMG]
    Jembatan Tukad Bangkung...

    [​IMG]
    Jalan berliku-liku...

    [​IMG]
    Makan pagi di seberang...

    Kondisi istri yang belum sarapan nasi, hanya cemilan kecil dan di jalan sering tercium asap yang tidak enak rasanya membuat dia muntah2 saat memesan makan Ayam Taliwang di RM tepat depan gerbang masuk danau / pura... Diputuskan kami kembali saja ke wisma di Kuta. Setelah makan, kami kembali meluncur kencang ke arah Denpasar. Sempat bertemu rider Tiger yang juga kencang, sengaja kami ikuti terus sampai dekat kota. Sekitar pukul 12 siang sudah kembali di Kuta, sempat isi premium Rp. 60 ribu dan sebelum ke wisma mampir dulu di RM Ayam Bakar Wong Solo untuk makan siang.

    [​IMG]
    Siang ini sepi pengunjungnya...

    Malam hari sekitar 19:30 mas Danang (kakaknya Damar COPS Solo) datang setelah sebelumnya mengabari. Kami diajak makan malam di RM. Bambu Sari tidak jauh dari wisma, menyantap menu Nasi Jenggo khas Bali sungguh nikmat terasa apalagi gratis. Setelah makan, kami mampir ke Toko Oleh-oleh dan istri belanja lagi. Sekitar pukul 21 kami kembali lagi ke wisma dan mas Danang yang baik hati pun berpamitan. Tidak lama kemudian datang mas Basilisk & mas Sena. Kopdar dadakan lagi malam ini, sekalian kami nitip barang untuk dipaketkan ke Cirebon sekaligus berpamitan karena besok sudah start kembali ke arah Jawa.

    [​IMG]
    RM Bambu Sari... ditraktir oleh mas Danang, nasi Jenggo-nya sedaaaap dan pedaasss...

    Hari 6, Rabu, 9 Maret 2011
    Jarak tempuh sekitar 350 KM
    Rutenya : Kuta - Gilimanuk (Nyeberang ke Jawa) - Ketapang - Banyuwangi - Jember - Tanjung Papuma (rest point : penginapan yg dikelola Dinas Kehutanan Jember)

    Setelah urusan cek out beres, kami start sekitar pukul 06:30 WIT ke arah Gilimanuk. Jalan ramai di sekitar Kuta & Denpasar saja... setelah itu kembali lengang. Di beberapa ruas jalan yang lurus dan sepi, motor dipacu lebih kencang, saat melihat angka speedo ternyata bergerak cepat dan saat 115 KPJ kembali menurunkan gas... Smoga PZoo baik2 saja sampai ke Cirebon.

    Sampai di Gilimanuk sekitar pukul 08:30 WIT, dan kembali kami mampir ke RM Ibu Lina pesan menu Ayam Betutu yang lezaat. Selesai sarapan lanjut menyeberang. Kebetulan kedatangan kami tepat, ada kapal yang siap berangkat. Ternyata penumpang kapal pagi ini sedikit saja, menjadi terasa lega dan menyenangkan.

    Begitu turun dari Kapal, tidak ada pemeriksaan SIM, STNK & KTP lagi, langsung memacu motor ke arah Jember. Banyuwangi pagi ini ramai juga oleh kendaraan terutama motor, dan sampai daerah Genteng masih ramai. Selepas itu, kembali lengang, riding menjadi lebih leluasa. Sekitar pukul 12 WIB kami mampir ke KFC di Jember untuk makan siang. Setelah cukup melepas lelah dan ngadem di ruangan ber-AC, kami lanjutkan ke arah Tanjung Papuma. Dalam perjalanan ke Papuma, kami sempat berhenti mengenakan raincoat karena hujan yang sangat deras. Namun itu hanya sebentar, mendekati gerbang masuk Papuma hujan sudah reda kembali. Dan pukul 14 WIB kurang kami sudah cek in di penginapan di Tanjung Papuma.

    Setelah mandi2 dan sholat, kami jalan2 di pantai Tanjung Papuma hingga sore. Berharap menikmati sunset yang indah, namun sayang cuaca kurang mendukung. Mendung tebal menutupi sinar matahari sore. Namun begitu, kami sangat puas dan terkesan serta takjub menyaksikan keindahan pantai di Tanjung Papuma ini. Sungguh tempat yg luar biasa dan rasanya tidak pernah akan bosan untuk kembali lagi kesini. Beruntunglah orang2 yang tinggal di Jember memiliki tempat wisata yang begitu indah.

    [​IMG]
    Batu ini menjadi ciri khas Tanjung Papuma...

    [​IMG]
    Cuaca mendung sore harinya...

    [​IMG]
    PRIDES was here... Xixixi...

    Poto2 lebih banyak di Tanjung Papuma ada di link ini...
    http://www.facebook.com/album.php?ai...12679093&saved


    Selepas Maghrib, kami mampir ke Warung Makan Pak Yit, yang lokasinya dekat dengan area parkir. Kami pesan ikan Kakap Merah Hitam setengah kilo dan udang seperempat kilo. Waah, sedap dan gurih daging ikan & udangnya... benar2 nikmat plus sambalnya yang maknyuzz... Benar2 puas kami makan kali ini.

    Malam itu hujan turun dengan deras, padahal menurut orang2 sekitar di Tanjung Papuma jarang sekali hujan, justru di perbukitan mendekati Papuma yang seringkali hujan. Setelah Isya, kami terlelap... perjalanan panjang ke Pacitan menanti esok hari...

    Bersambung...
    #9
  10. agsstwn

    agsstwn Been here awhile

    Joined:
    Aug 14, 2009
    Oddometer:
    166
    Sambungan sebelumnya....

    Hari 7, Kamis, 10 Maret 2011

    Menempuh jarak sekitar 480 KM
    Rutenya : Tanjung Papuma (Jember) - Lumajang - Malang - Blitar - Trenggalek - Ponorogo - Pacitan (rest point : Hotel Graha Prima)

    Hujan dari semalaman belum berhenti namun kami harus tetap melanjutkan perjalanan dengan tujuan ke Pacitan. Jika tidak hujan rencananya mau mampir ke pantai lagi pagi harinya siapa tahu dapat pemandangan yang cantik. Setelah berkemas2, dan menyelesaikan pembayaran, kami bergerak kembali sekitar pukul 07 WIB meninggalkan Tanjung Papuma yang sungguh meninggalkan kenangan tak terlupakan... dan kami berharap dapat kembali lagi suatu saat nanti.

    Memasuki Kab. Lumajang kami berhenti di jembatan Gladak Perak. Kabarnya ini adalah salah satu monumen perjuangan.

    Begini ceritanya,
    Sesudah tahun 1925, pemerintah Hindia - Belanda memandang perlunya membangun jembatan yang menghubungkan jalan melewati sebelah Timur dan Tenggara Gunung Semeru. Walau sangat sulit namun pembangunan jembatan ini tetap dilaksanakan dengan peralatan sederhana. Hingga banyak memakan korban pekerja yang jatuh ke dalam jurang. Akhirnya, setelah selesai di bangun pagar jembatan di cat warna perak (silver). Semenjak itu jembatan ini terkenal dengan nama "Geladak Perak". Pada masa perang kemerdekaan tahun 1947, Geladak Perak dibumihanguskan (diledakan dengan dinamit) oleh Zani Pioner (22 Jatiroto). Hingga badan jembatan ini putus. Peledakan jembatan ini dimaksudkan untuk menghentikan pengejaran pasukan Belada ke arah Pronojiwo. Setelah usai perang kemerdekaan, jembatan ini dibangun kembali tahun 1951 - 1952. Pelaksanaan pembangunannya ialah Kian Sing dari Lumajang.


    [​IMG]
    Jembatan Geladak Perak yang dibangun kembali...

    [​IMG]
    Nah, ini jembatan yang lebih baru namanya Besuk Kobo'an... jembatan ini yang digunakan sekarang... selesai dibangun tahun 2001 dari 1998 kalok ga salah...

    [​IMG]
    Melihat ke bawah dari ketinggian ini membuat gamang... Kebayang orang jatuh ke sungai berbatu dibawah sana...

    Kami berhenti di warung disisi jalan sebelum jembatan. Saya sempat berjalan-jalan dari ujung ke ujung jembatan baru dan jembatan lama dilokasi ini. Terlintas dalam benak orang2 yang bekerja membangun jembatan ini dahulu, dengan alat sederhana dan banyak memakan korban yang terjatuh membuat bulu kuduk merinding. Sambil memesan kopi hangat dan rujak lontong untuk sarapan, kami menikmati pemandangan di sekitar jembatan sekalian istirahat...

    Jalan dari Lumajang ke Dampit / Malang sangat berliku2 seakan2 tiada henti. Di sisi kanan jalan terlihat puncak Semeru yang menjulang tinggi dengan gagah perkasa. Ingin rasanya berhenti sejenak di Piket Nol untuk melihat puncak Semeru, namun mengingat tujuan masih jauh saya terus memacu motor dengan kecepatan yang cukup. Belum lama meninggalkan perbatasan Lumajang, didepan mata terjadi kecelakaan. Motor dengan motor bersenggolan, dan saya hentikan motor di tengah jalan menghalangi truk dibelakang. Untunglah korban terlihat baik2 saja meski harus dibantu berdiri oleh orang lain.

    [​IMG]
    Hati2 & waspadalah di jalan raya...

    Melewati Kab. Malang relatif lancar, meski jalanan menjadi lebih ramai. Pukul 11:30 sudah memasuki kabupaten Blitar, dan di sebuah warung makan berjudul Mekar Sari 2 kami berhenti untuk makan siang sekaligus sholat Dhuhur. Saat melanjutkan perjalanan kami sempat berputar2, karena salah ambil jalan, dan itu kami sadari setelah melihat kondisi jalan yang sepertinya pernah kami lewati. Memasuki kota Blitar, berhenti lagi di sebuah bengkel motor untuk membeli oli, untuk ditambahkan ke mesin karena stok oli tambahan sudah habis sejak di Kuta. Kemudian melintasi Trenggalek juga dengan lancar.

    [​IMG]
    Pemandangan sawah saat melintas Blitar...

    Menuju Pacitan lewat jalur Ponorogo sungguh mengasyikan. Jalannya memang relatif banyak lubang, namun motor masih bisa dengan lincah memilih2 jalur yang mulus. Perjalanan sempat terhenti karena hujan sehingga kami harus mengenakan raincoat. Pemandangan perbukitan yang sambung-menyambung, dan juga aliran sungai di sisi kiri jalan hampir sepanjang jalan sungguh sejuk & indah dipandang mata. Namun begitu, motor terus dipacu untuk segera tiba di Pacitan sebelum hari menjadi gelap.

    [​IMG]
    Salah satu ruas jalan di Ponorogo...

    Sekitar pukul 16:30 kami sudah di pantai Teleng Ria Pacitan... setelah mencari lokasi untuk menginap di area dekat pantai kami memutuskan untuk mencari diluar area pantai. Mendapatkan info dari mas Danang, kami mencoba mencari hotel Marcopolo. Lokasinya sudah kami temukan, tetapi ternyata itu bukan hotel melainkan Bar & Karaoke. Pantas saja saat kami masuk penjaga disitu kebingungan... Akhirnya kami menginap di hotel Graha Prima tidak jauh dari Marcopolo.Hari sudah sore dan terlihat mendung, sehingga kami tidak keluar lagi ke pantai, ditambah badan juga terasa pegal2 setelah seharian dari pagi berjalan terus.

    [​IMG]
    Akhirnya kami sampai di Pacitan...

    Setelah Isya dan memesan makan di hotel yaitu Nasi Goreng dan Kopi hangat, kami terlelap tidur... Zzzzz....
    Hari 8, Jumat, 11 Maret 2011
    Menempuh jarak 250 KM jalan2 di Pacitan dan ke Solo; dan 340 KM dari Solo ke Cirebon

    Pagi2 setelah shubuh saya jalan2 sebentar ke Telengria. Kebetulan sakali matahari pagi baru mulai menampakan dirinya. Pantainya sepi pagi ini, hanya satu dua motor yg sudah parkir di sisi pantai. Dari ujung barat sampai timur disusuri dengan motor. Di satu tempat ada jalan tanah kecil yang turun menuju pemecah ombak dan menara suar, penasaran bagimana maka saya bawa motor turun ke bawah dan ternyata disini area untuk mancing.

    [​IMG]
    Sunrise di pantai Telengria, Pacitan...

    [​IMG]
    Nelayan pergi mencari ikan sedari pagi hari... mereka setiap hari menikmati keindahan alam yang luar biasa...

    Setelah kembali ke hotel, kami berkemas2 dan mempersiapkan diri untuk melanjutkan perjalanan. Tak lupa kami sarapan dahulu yang telah disediakan bagi tamu hotel di lobi. Nampaknya ada pejabat yg menginap juga semalam disini, plat mobilnya tertulis L 3, kalok ga salah itu mobil Jaksa yaa... Entah apa yg dilakukan pejabat Surabaya di Pacitan sini. Sekitar pukul 08 WIB kami cek out dari hotel menuju ke pantai Klayar, berjarak sekitar 40 KM dari Pacitan dan sudah dekat dengan perbatasan Jateng/DIY. Mengikuti petunjuk jalan, kami dibawa ke jalan2 kecil melintasi perkampungan dan perbukitan, berliku-liku dan naik turun. Belakangan kami ketahui ternyata ada juga petunjuk jalan berikutnya menuju pantai Klayar dengan akses jalan yang lebih lebar. Sempat kami berhenti sebanyak tiga kali untuk menanyakan arah jalan. Namun akhirnya sampai juga di pantai Klayar, tiket masuk hanya Rp. 2.000,- saja.

    [​IMG]
    Pantai Klayar, Pacitan...

    [​IMG]
    Narsis dulu di pinggir pantai...

    Putu2 di Pacitan lebih banyak ada di link ini...
    http://www.facebook.com/album.php?id...93&aid=2077757


    Setelah puas menikmati sejuknya angin dan keindahan suasana di Klayar, kami melanjutkan ke lokasi berikutnya yaitu Goa Gong. Ternyata lokasi ini tidak begitu jauh dengan pantai Klayar, berada di daerah Punung, Desa Bomo. Namun untuk menuju kesana kembali kami harus bertanya sebanyak dua kali ke penduduk setempat. sekitar pukul 10 pagi, kami sudah berada dalam goa gong, melihat keindahan yang luar biasa, banyak bentuk2 yang aneh yang baru pertama kali kami lihat. Ada keunikan disini, apabila kita pukul batu staglakmit dalam goa akan menimbulkan bunyi seperti suara gong. Guuunnnggg.... berdengung dan bergema. Mistis sekali, saya berpikir tentu om Syeh Oghlam sangat senang mengadakan ritual disini. Xixixi... Menurut info penjaga gua, ada juga gua Tabuhan di Pacitan. Disini tidak seluas goa Gong, namun uniknya batu didalamnya bisa untuk membawakan lagu campur sari. Bagus juga yaa... sesuai namanya gua Tabuhan.

    [​IMG]
    Goa Gooooonnnggg.... ngung ngung nguung...

    Kemudian kami lanjutkan perjalanan ke arah Solo. Sempat kami berhenti di sebuah desa di Wonogiri untuk melaksanakan sholat Jumat. Sekitar pukul 13 berangkat lagi. Melewati jalan disini sungguh indah pemandangannya, hamparan sawah dan bukit terbentang di kejauhan. Melaju dengan santai, sekitar pukul 14 kami sudah berada di kota Solo. Sebelum menuju tokonya Damar, kami sempatkan dahulu membeli kue serabi Notosuman yang terkenal itu. Dan sekitar pukul 15 kami sudah bertemu dengan mas Damar COPS. Di tokonya hadir pula mas Bondan Petrik yang terkenal tidak mau cukur2. Hihihi...

    [​IMG]
    Jalan yang sepi mulus dan pemandangannya indah...

    Mumpung berhenti cukup lama, saya sempatkan untuk mengelas klem snalpod yang putus sedari perjalanan ke Juwana. Dan mas Damar berbaikhati malahan dia yang membawa motornya ke bengkel knalpod tidak jauh dari toko. Kami melepaskan lelah dan istirahat di toko Damar hingga malam. Rencana berangkat selepas Maghrib ditunda karena hujan turun dengan sangat deras dan berangin. Sambil berhujan-hujan mas Damar keluar membelikan nasi padang untuk makan malam kami, sungguh luar biasa jamuan dari mas Damar ini. Baru sekitar pukul 21:30 hujan mereda meski belum berhenti dan kami start kembali menuju Cirebon via Ungaran dan Pantura.

    Sekitar pukul 00:00 kami istirahat di pom bensin di Pekalongan, istri tidak kuasa menahan kantuk lagi dan tertidur sampai lebih dari satu jam. Setelah cukup segar, kembali jalan, dan kali ini saya yang terserang kantuk. Di Pemalang kembali berhenti sejenak untuk menyegarkan mata. Ternyata sewaktu mau menyalakan motor, dipencet2 starternya tidak mau hidup. Perkiraan saya akinya tekor, karena sepanjang jalan dari Solo sampai disini dinyalakan terus menerus untuk menambah penglihatan jalan yang diguyur hujan. Akhirnya dan baru kali ini terpaksa mendorong motor untuk menghidupkannya. Hihihi... Baru berjalan beberapa lama, sampai di pom bensin rekor Muri di Tegal kembali berhenti. Saya mencuci muka untuk menyegarkan mata. Kembali jalan, dan lagi2 di Brebes harus berhenti di pom bensin.

    Perjalanan dari Pekalongan ke Cirebon terasa begitu lama dan panjang, karena menahan kantuk laju motor hanya sekitar 40-50 KPJ saja, ditambah lagi kondisi jalan yg rusak parah dan banyak lubang dari Pemalang - Tegal - Brebes. Di Losari juga demikian. Rasa berat di mata benar2 serasa tidak sanggup lagi ditahan. Sempat kami oleng sedikit karena sekelebat mata terpejam ngantuk. Beruntung jalannya sepi. Mendekati Kanci, rasa kantuk berangsur hilang dan semangat timbul untuk segera sampai di rumah.

    Sekitar pukul 04:30 pagi, hari Sabtu, 12 Maret 2011, tibalah kami di rumah dengan selamat. Alhamdulilah.
    Dan dengan demikian, inilah akhir catatan perjalanan kami yang telah menempuh jarak 2.670 KM.

    Catatan tambahan :

    Ungkapan rasa terimakasih yang tulus dan sedalam-dalamnya kami sampaikan spesial kepada :

    • Allah, SWT yang melindungi kami selama perjalanan.
    • Don Blackmax & Istri yang telah menjamu kami di Juwana
    • Syeh Oghlam & Istri yang menerima kami menginap dan menghidangkan menu Iga Bakar yang super istimewa.
    • Rekan2 seperjalanan Sidoarjo - Ijen yang bersama-sama melakukan perjalanan ke Kawah Ijen, juga jamuan makan siang di Bondowoso.
    • Master Junzxxx yang selalu menjadi inspirasi, senang bertemu dengan master yang satu ini.
    • Basilisk & Seno di Bali yang telah repot2 membantu kami mencarikan penginapan, menemani di Kuta dan mengirimkan paket ke Cirebon.
    • Mas Danang yang sudah repot2 menyamper kami dan mengajak makan malam di Bambu Sari, menyantap nasi Jenggo khas Bali yang maknyuzz.
    • Damar COPS & mas Patrick yang telah menerima kami melepas lelah dan istirahat hingga malam, juga membelikan nasi untuk makan malam.
    • Dan rekan2 yang selalu memonitor keberadaan kami, meski dijalanan kami sendiri tetapi serasa ada yang menemani.
    • Dan semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu per satu.

    Terima kasih atas perhatiannya & semoga anda berkenan...

    See U next trip... [​IMG] [​IMG]

    Catatan lebih lengkap ada disini...

    http://www.prides-online.com/showthr...t=8897&page=97
    #10
  11. agsstwn

    agsstwn Been here awhile

    Joined:
    Aug 14, 2009
    Oddometer:
    166
    Trip Cipatujah - Karang Tawulan

    Sabtu, 07 Mei 2011

    Rute : Cirebon - Panawangan - Kawali - Ciamis - Cipatujah - Kawang Tawulan - Cijulang - Pangandaran - Sidareja - Cilacap - Bumiayu - Pantura - Cirebon
    Jarak Tempuh : 590 KM

    Terbangun oleh bunyi alarm di HP, waktu menunjukan 02:30... Setelah bersih2 dan berkemas-kemas jam 03:00 sudah siap jalan. Berharap cuaca mendukung dan tidak turun hujan, berangkatlah menerabas dingin dan gelap ke arah Kuningan. Di perbatasan Kuningan - Majalengka, disisi kanan ada jalan ambles sehinga lalulintas harus dengan buka tutup. Melaju dengan kencang namun tetap berhati-hati, terutama saat melintasi jalur Panawangan yang berliku-liku, dengan kondisi gelap dan aspal basah. Jalur dari Cikijing - Panawangan - Kawali memiliki tikungan2 yang beraneka ragam, dengan aspal yang baik dan mulus... Saya rasa yang sudah pernah melintasinya bakal ketagihan...

    Sampai di Tasikmalaya jam 05 kurang, kemudian berhenti di pom bensin untuk sholat shubuh. Setelah cukup istirahat, lanjut kembali melintasi pusat kota Tasikmalaya menuju ke arah selatan. Selepas kota, jalan mulai berliku2 mengasyikan. Langit mulai terang dan udara mulai hangat, menambah nikmat perjalanan. Beberapa KM awal saja selepas kota aspal mulus, setelahnya mulai terlihat lubang disana-sini.

    [​IMG]
    Di jalan mendekati Cipatujah, satu area kebun karet... karena menahan lapar putu jadi bergetar...

    Sampai di Cipatujah jam 06 lebih, langsung menuju pantainya. Pantai Cipatujah ternyata biasa2 saja. Tidak berlama-lama disini, lanjut ke timur menuju Pangandaran. Perut sudah mulai terasa lapar sedari tadi, jalan pelan2 sambil celingukan mencari warung makan yang buka. Tidak terasa hampir 30 KM celingukan, beruntung terlihat plang Karang Tawulan, putar balik belok kiri dan langsung menanjak beberapa ratus meter, meski perut minta diisi namun penasaran lebih terasa. Dan saya baru teringat sudah melewatkan pantai Sindangkerta sebelum ke Kawang Tawulan ini...

    [​IMG]
    Parkir di salah satu sudut pantai Cipatujah...

    [​IMG]
    Pelabuhan Nelayan di Cipatujah...

    Hari masih pagi, jam 07 kurang. Di area parkir ternyata ada satu warung kecil yang buka, lumayan ada jajanan biskit yg bisa dimakan buat mengganjal perut. Suasana sepi, mungkin hanya saya satu2nya pengunjung di pagi ini. Di sisi barat, ada bukit yang terlihat lapang, penasaran bagaimana disana, PZoo berbegas menanjak untuk melihatnya. Dari atas bukit ternyata pemandangannya indah, bisa melihat pantai ke arah baratnya dan hamparan perbukitan ke arah utaranya. Setelah puas, kembali lagi ke parkiran dan berjalan ke sisi timur Kawang Tawulan... dan ternyata pemandangan pantai karang yang mengagumkan menanti... Satu jam lebih menikmati keindahan Karang Tawulan, saatnya untuk melanjutgan perjalanan...

    [​IMG]
    Di parkiran sendirian...

    [​IMG]
    Parkir di atas bukit diiringi oleh lolongan anjing... aneh dan spookiii...

    [​IMG]
    Jejak ban MRF.... tidak lupa diputu saat kembali turun bukit...

    [​IMG]
    Memandang ke laut lepas...

    [​IMG]
    Melihat ke arah Barat...

    Kembali melaju melibas jalanan rusak berlubang, becek dan berpasir... terkadang dengan bonus jalan aspal dan beton... Hampir saja kebablasan di Cijulang, seharusnya belok kiri ke arah Pangandaran malahan lurus menuju pantai Batu Karas, putar balik saja. Melintasi Pangandaran dengan kencang. Kembali lambat saat belok kanan menuju Sidareja, jalan semakin rusak parah. Sekitar 4 KM sebelum kota Sidareja, ban belakang terlihat kempes habis. Pantesan saja beberapa KM sebelumnya mulai terasa aneh. Terpaksa, tetep dinaikin jalan pelan-pelan sambil cari2 bengkel tambal ban tubeless. Setelah bertanya sana-sini ketemu yg bisa tubeless. Ternyata ada kunci entah lemari entah kunci pintu yang nancep. Aih, terheran2 saya demikian juga tukang tambalnya... Karena terlalu lebar, sudah ditambal 2 batang masih tetap bocor. Atas sarannya, bisa ditambah pake ban dalem atau ganti ban luar. Cari2 lagi ke bengkel lain yang jual ban dalem ukuran besar ternyata tidak ada. Terpaksa beli ban luar saja, MRF pensiun ganti IRC. Padahal dirumah ada stok MRFnya P220 sepasang... Masalah teratasi. IRC tampak seperti donat, ukuran 120/70... dan hanya itu pilihannya, yg lain kecil2 ukurannya. Meski MRF sama 120/90, tetapi tampak lebih lebar.

    [​IMG]
    Banyak jembatan antara Cipatujah - Cijulang, dan pemandangannya salah satunya seperti ini...

    [​IMG]
    Jalan bagus selepas Kawang Tawulan...

    [​IMG]
    Langit pagi hari masih biru segar...

    Pukul 11 lebih kembali jalan. Meluncur deras menuju Cilacap. Sampai di rumah jam 12 kurang. Break mandi, makan siang dan sholat.

    [​IMG]
    Melintasi kebun karet menuju Jeruklegi (Cilacap)

    [​IMG]
    Ban baru euy...!!!

    Sorenya jam 15 lebih jalan pulang ke Cirebon. Hujan deras di rumah, namun baru jalan beberapa belas KM terang benderang. Berhenti di pom bensin selepas Wangon isi 50ribu dan lepas jas hujan. Kembali melaju kencang melintas Ajibarang kemudian Bumiayu. Selepas Bumiayu menuju Prupuk terjadi antrian panjang kendaraan. Ternyata jalan yang dulu terputus (saat ke TRB berama Proleevo) sampai sekarang masih saja dan bertambah parah karena menjadi medan off road dan berlumpur. Lumpurnya berasal dari urugan di sisi kiri jalan, yang karena hujan jadi melebar kemana-mana.

    Setelah terbebas dari kemacetan, kembali melaju kencang membalasnya... Jalan layang Gebang sudah beroperasi dua arah dan lancar. Mendekat Cirebon hujan turun dengan deras. Dan sampai dirumah dengan selamat sekitar pukul 18 kurang.

    Alhamdulillah, zero accident & just a minor trouble...

    [​IMG]
    Sampai jumpa lagi...
    #11
  12. agsstwn

    agsstwn Been here awhile

    Joined:
    Aug 14, 2009
    Oddometer:
    166
    Trip ke Galunggung di Tasikmalaya

    Menempuh jarak 280 KM

    Rute : Cirebon - Kuningan - Darma - Cikijing - Cingambul - Sedaraja - Cibeureum - Sukamantri - Hujungtiwu - Setu Lengkong - Sindangherang - Pagerageung - Mekarsari - Ciawi - Tanjungsari - Rajapolah - Sukamajukaler - Sukagalih - nanjak ke Galunggung - Tasik - Ciamis - Kawali - Panawangan - Cikijing - Kuningan - Cirebon

    Lumayan pegel kaki... Tapi adalah sebanding dengan apa yg bisa dinikmati...

    [​IMG]

    Sekitar jam 07 pagi sudah siap2 berangkat...
    [​IMG]

    Sekitar pukl 08 sudah sampai di Setu Lengkong... Setu/Danau ini biasa ramai didatangi para peziarah... entah makam siapa ada disini...
    [​IMG]
    Udara segar... banyak kalong bergelantungan dipohon2 tertinggi di kejauhan... Mungkin kalok sore pada beterbangan... bagus diputu2...

    Singkat cerita... bersusah payah melibas jalan ancur sekitar 20 KM nanjak ke area Galunggung...Sampailah di gerbang/loketnya...

    Dan masih harus nanjak lagi... Tapi untung aspal sudah jauh lebih baik...
    [​IMG]

    Sampailah di terowongan air... ini menembus galunggung ke kawahnya... Supaya air di kawah kaga tambah2 terus... kalok terus naik air di kawah, kuatir jadi banjir...
    [​IMG]

    Sampailah dekat jalan tangga ke puncak...
    [​IMG]

    Menarik napas dalem2... Siyap2 menaklukan tangga panjang....
    [​IMG]

    Jiah... jalan yg melelahkan... Udara tipis oxigen... napas cepet abiz... jantung berdebar2 kenceng... Hahahaahh...

    Mungkin ini baru seperempatnya....
    [​IMG]

    Mungkin ini baru setengahnya...
    [​IMG]

    Haha... bentar lagi nyampe...
    [​IMG]

    Tibalah di puncak Galunggung... (bukan puncak tertinggi, karena yg itu kaga tahu jalannya...) Pemandangan yg luar biasa.... lelah naik tangga langsung hilang sekejap mata...

    [​IMG]

    [​IMG]

    [​IMG]

    Ada dua tangga menuju puncak Galunggung... Satu yg saya lewati...
    Ini satunya lagi... orang2 lebih ramai lewat sini... lebih landai...
    [​IMG]
    Ga kebayang dulu bawa batu, bata, pasir & semen ke atasnya gimana pegelnya... Ck ck ck...

    Pemandangan ke bawah juga tak kalah menarik dari kawahnya...
    [​IMG]

    Hampir 3 jam dipuncak galunggung muter2.... Pemandangannya bikin betah... Tapi harus pulang... Nyampe dibawah kaki gemeteran... rrrrrr...
    Langsung siap2 pulang...
    [​IMG]

    [​IMG]

    [​IMG] [​IMG] [​IMG]

    Demikian, semoga berkenan...
    #12
  13. bang-kohar

    bang-kohar Adventurer

    Joined:
    Dec 8, 2009
    Oddometer:
    29
    Anda sangat kaya Kang..
    Kaya dengan kemauan dan kaya waktu.
    Ditunggu report plus gambar petualangan berikutnya.
    #13
  14. agsstwn

    agsstwn Been here awhile

    Joined:
    Aug 14, 2009
    Oddometer:
    166
    Trip Subang (Curug Batu Kapur & Cijalu)

    Sabtu, 21 Mei 2011

    Rute :
    Cirebon - Kadipaten - jalur Cikamurang - Subang - jalur Kalijati - belok kiri di Dawuan (mampir Curug Batu Kapur) - nembus Sagalaherang - jalur Wanayasa (mampir Curug Cijalu) - Setu Wanayasa (makan Siang Sore) - balik jalur Wanayasa - Subang - jalur Cikamurang - Cirebon
    Jarak tempuh : mungkin lebih dari 300 KM (lupa ngeliat speedo)


    Sehari sebelumnya YM sama suhu Roy dan kami sepakat untuk bertemu di perempatan Karanganyar, Subang. Rencana kami hendak bikin kejutan dengan tiba-tiba nongol ke tempatnya kang Dadang SPC. Dan ternyata Wak Waw bisa bergabung dengan Roy, sayang Proleevo dan Tetsu ternyata tidak bisa. Setelah mandi, sholat shubuh, kemudian bersiap2 dengan membawa barang seperlunya... Sekitar pukul 05 kurang, saya berangkat sendiri. Jalan dengan santai karena masih gelap dan aspal nampaknya masih dingin basah setelah malamnya turun hujan. Selepas kota Cirebon, kecepatan semakin ditingkatkan. Perjalanan pagi ini lancar meski beberapa kali jalan sempat tertutup oleh truk yg menyalip sesamanya.

    Setelah Kadipaten, memasuki Tomo berbelok kanan ke arah Cikamurang. Langit sudah mulai terang, matahari mulai muncul meski tertutup awan tebal cukup membantu untuk memilih jalan yang berlubang dan bergelombang. Melintasi cepat di jalur Cikamurang yg sebagian besarnya sudah dibetonisasi. Memasuki kota Subang ketemu jalan yg rusaknya lebih parah dan sudah ramai oleh pengguna jalan yg hendak berangkat sekolah atau kerja. Sekitar pukul 06:45 saya sudah tiba di lokasi tempat untuk bertemu Roy & Wakwaw. Terbaca di SMS satu jam sebelumnya mereka sudah di Cianjur.

    Sambil menunggu, saya luntang-lantung sejenak. Melihat suasana pagi di Subang, ada aktivitas senam ibu2 & mbak2 dan ada juga aktivitas bapak2 yg menontonnya... Xixixi... Cari2 tempat untuk ngupi2 dan ngemil. Sekitar jam 07 lebih ada kabar bang Roy sampai di Padalarang, saya perkirakan sekitar pukul 08 baru tiba di Subang. Pindah lokasi ke Pom Bensin di jalan yg mengarah ke Lembang, saya menunggu kedatangan mereka disitu. Baru sekitar pukul 08:15 kami bertemu, dan lengkaplah tim mindik2 untuk menggerebek tokonya kang Dadang.

    [​IMG]
    Bengong cukup lama disini... Pom bensin sisi kiri jalan dari Subang menuju Lembang...

    Saat berangkat menggerebek, tiba2 perut kami terasa hampa, ternyata sudah lewat waktunya untuk makan pagi. Sambil mengarah ke lokasi target, kami celingukan sepanjang jalan mencari warung nasi yg buka... dibutuhkan kejeliah tinggi untuk melihat sebuah warung tenda dibawah pohon yg rindang di Jl. Katamso Subang. Ah, nikmatnya sarapan pagi... dengan menu sop segar dan belut goreng plus sambal yg sedap... Maknyuzz... Thx ya bang Roy, atas traktirannya...


    [​IMG]
    Warung makan yg adem dibawah pohon rindang, pinggir jalan Katamso, Subang...

    [​IMG]
    Salah satu Jenderal PRIDES, tengah serius menikmati santapan paginya...

    Dan akhirnya misi pun sukses dilaksanakan, sekitar pukul 09 lebih kami merapat ke tokonya kang Dadang SPC. Dengan muka terkejut tuan rumah menyambut kami dengan ramah. Tidak lupa sisiran dulu tentu saja. Demikianlah, setelah ngobrol2 beberapa lama, kami berhasil menculik kang Dadang untuk ikut ke curug Cijalu. Namun atas usulan kang Dadang, kami bisa mampir dulu ke curug Batu Kapur aka curug Indah dengan melintasi jalan ala pedesaan. Manztaab!!! Let's go mari kita kemon...

    [​IMG]
    Kopdar kagetan di Subang, bersama Dadang SPC yg rajin update setatus dan laik dis...

    Meluncurlah kami berempat dipimpin oleh kuncen Subang, melintas jalur Kalijati... tidak berapa lama masih di wilayah Dawuan berbelok ke kiri melintasi jalan2 kecil. Pemandangan yg kami temui mengasyikan, terutama saat melintas area perkebunan karet.

    [​IMG]
    Pohon2 miring ke kiri...

    [​IMG]
    Yg ini sedikit miring ke kanan...

    [​IMG]
    Sungainya berganti juga di sisi kanan...


    Tidak berapa lama, sekitar pukul 10 pagi kami sampai ke lokasi pertama, Curug Batu Kapur. Nampaknya hanya kami pengunjung yg datang dengan motor pagi itu. Setelah membayar tiket masuk dan nitip helm ke penjaga kami berjalan menyusuri jalan setapak yg menanjak dan nampak melelahkan. Namun dengan bekal rasa penasaran kami berhasil menapaki jalan itu meski dengan berhenti berkali2 mengatur napas. Curug ini ternyata tidak kalah indah dengan curug2 yg pernah saya kunjungi, namun sayang nampaknya sudah tidak menjadi lokasi tujuan yg ramai dikunjungi wisatawan. Entah mengapa demikian, namun justru mengasyikan bagi kami, jalan menuju lokasi menjadi terkesan lebih alami dengan beberapa anak tangga rusak dan lumutan. Juga area di sekitar curug banyak rimbun dipadati oleh rumput dan tumbuh2an... Relatif sebentar kami berada di curug Batu Kapur. Setelah turun bukit, kami sempat berhenti sejenak di warung sekitaran area parkir untuk melepas lelah.

    [​IMG]
    Parkir rapi di parkiran...

    [​IMG]
    Tangga ini seperti tiada habisnya...

    [​IMG]
    Bang Roy selalu berjalan di depan... tp ngakunya kaga kuat kakinya...

    [​IMG]
    Indiana Roy Jones dan kru-nya...

    [​IMG]
    Indiana Roy Jone menemukan curug tersembunyi...

    [​IMG]
    Curug Batu Kapur... aka Curug Indah...

    [​IMG]
    Sedang apakah mereka ???

    Kembali meneruskan perjalanan, tidak berbalik arah namun meneruskan jalan yg semula, melintasi area perbukitan dengan jalan menanjak dan menurun kami menuju ke Sagalaherang. Kemudian bertemu dengan jalur Wanasaya belok kanan dan tidak lama kemudian belok kiri menuju curug Cijalu, plang penunjuk arah jelas terlihat di sisi kanan jalan.

    [​IMG]
    Menuju curug Cijalu...

    Kembali melintasi jalan kecil dengan pemandangan yg indah, kali ini melintas perkebunan teh yg segar. Pemadangan sepanjang jalan sangat mengesankan. Kemudian sampai di loket masuk area wisata Curug Cijalu. Setelah membayar tiket lanjut menanjak cukup curam dan melintasi area kebun teh lagi menuju ke area parkir curug Cijalu. Ternyata disini ada tempat lapang untuk camping, juga ada beberapa warung2 yg cukup ramai. Kami parkir di salah satunya.

    [​IMG]
    Dekat dengan lokasi penjaga tiket masuk Wisata Curug Cijalu...

    [​IMG]
    Pohon2 banyak yg ditebang di sekitar area kebun teh ini...


    [​IMG]
    Parkir dulu sebelum jalan ke curug...

    Menurut kang Dadang, ternyata curug Cijalu yg sesungguhnya itu berada tersembunyi di balik bukit, dan untuk kesana dibutuhkan waktu lebih lama dengan menyusuri sungai. Sayang sekali curug asli kami lewatkan saja karena kami males jalan kaki, padahal curug ini terlihat indah dan tinggi menjulang saat kami melihatnya dari kejauhan sewaktu melintasi perkebunan teh. Kami cukup dengan mengunjuni dua curug lain yaitu curug Cilember dan Cikondang. Ternyata cukup dekat untuk sampai ke lokasi kedua curug tersebut. Ya, mungkin di lain kesempatan bisa mengunjuni curug Cijalu yg asli.

    [​IMG]
    Mau nanjak yaa ??

    [​IMG]
    Curug Cilember...

    [​IMG]
    Curug Cikondang...

    Setelah puas menikmati indahnya curug, kami kembali ke parkiran. Tidak lupa sholat dan sambil istirahat, kami ngupi2 dan mengobrol2. Tidak terasa sudah menjelang sore dimana perut sudah minta diisi lagi dengan makanan berat. Sekitar pukul 15 lebih kami meluncur ke bawah, menuju ke Setu Wanayasa dengan maksud untuk mencari Rumah Makan. Setelah sampai di sekitar Setu, ketemu lokasi yg berada tepat di pinggir setu dengan sedikit menyusuri jalan setapak melintasi pintu air. Ah, segar sekali udara sore itu. Lagi2 bang Roy menraktir kami semua yg kelaparan. Thx yaa... jangan kapok... Xixixi...

    [​IMG]
    Berhenti putu2 sejenak saat kembali...

    [​IMG]
    Motornya juga ingin putu bersama...


    [​IMG]
    Telat jepretnya... Muncratnya kaga kena...

    [​IMG]
    Segarnyaa... teh hijau daunnyaa....

    Setelah puas makan dengan menu ikan gurame bakar, nila bakar dan sambal maknyuzz, kami bubar jalan sekitar pukul 17 sore. Saya kembali ke arah Subang bersama kang Dadang. Melaju dengan kencang melibas tikungan demi tikungan di jalur Wanayasa. Manztab sekali rasanya, apalagi ditambah adalah kali pertama saya melewati jalan ini. Ya itulah nikmatnya jalan2, terasa lebih saat kita baru pertama kali melintasinya. Tiba di Subang, kami berpisah. Saya melaju sendiri di jalur Cikamurang. Hari sudah petang menuju gelap. Meski begitu saya terus melaju dengan kecepatan cukup, karena sudah beberapa kali lewat Cikamurang rasanya cukup hapal bagian2 jalan yg rusak dan tidak...

    [​IMG]
    Hmmm... sedaaap...

    [​IMG]
    Tempat parkir motornya acik...

    Terus melaju di jalan Kadipaten - Jatiwangi - Palimanan. Mendekat kota Cirebon jalan menjadi semakin padat karena malam mingguan banyak orang yg keluar rumah. Dan pukul 19:40 selepas lampu merah Sunyaragi terjadilah drama adegan rantai putus. Roda belakang sempat ngelock dan motor melintir namun berhasil dikuasai kembali, dan beruntung saya tidak terjatuh. Sebelumnya memang rantai sudah kendor kenceng parah dan bunyi berisik saya jalan ke Cipatujah namun dipaksakan saja. Beruntungnya kejadian sudah dekat dengan rumah, sekitar 2 KM lagi. Selanjutnya tidak usah dituliskan disini, karena mendorong Pulsar itu adalah penuh dengan keringat dan pegel2... Nampaknya saya memang tidak perlu dilantik2 untuk dapet nomer cantik... Xixixi...

    Sekitar pukul 20:40 tiba dirumah dengan selamat...

    Demikian disampaikan, semoga berkenan...

    [​IMG]

    Putu2 lebih banyak ada disini...
    http://www.facebook.com/media/set/?s...895.1412679093
    #14
  15. agsstwn

    agsstwn Been here awhile

    Joined:
    Aug 14, 2009
    Oddometer:
    166
    Wah, kisanak terlalu memuji...
    Saya baru belajar kook... tp sudah nekat bikin thread sendiri di forum ini...

    Btw, salam kenal kang. Smoga sehat & banyak rejeki...
    Jangan lupa sharing cerita2 perjalanannya juga yg tentu luar biasa....

    Trims sudah mampir disini... :D :D
    #15
  16. proleevo

    proleevo n00b

    Joined:
    Mar 4, 2011
    Oddometer:
    4


    Foto yang boncengan itu siapa ya??? kayaknya pernah lihat...:evil
    #16
  17. Tokohmisterius

    Tokohmisterius The Colorider

    Joined:
    May 30, 2011
    Oddometer:
    69
    Location:
    Bandung West Java
    Boss kalo di Cirebon suka kongkow di mana....kebetulan ane suka ke Cirebon juga.....
    #17
  18. blackbeary

    blackbeary n00b

    Joined:
    Aug 22, 2010
    Oddometer:
    1
    rr yang mantap bgt ni...
    #18
  19. agsstwn

    agsstwn Been here awhile

    Joined:
    Aug 14, 2009
    Oddometer:
    166
    Ga tau saya mas... itu asal jepret aja... :D
    #19
  20. agsstwn

    agsstwn Been here awhile

    Joined:
    Aug 14, 2009
    Oddometer:
    166
    Silahkan mampir masbro, Kamis malem jam 08-10an di JNE, Jl. Pemuda depan Unswagati... :D

    Makasih suhu, nubi lagi belajar neeh...
    #20